Sabtu, 26 November 2011

PEMASARAN

  1. A. Pemasaran
Menurut kolter pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan memputarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan klompok dimana masing – masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan dan pertukaran. Definisi pemasaran tersebut yang meliputi kebutuhan (needs), produk (goods, services and idea), permintaan (demands), nilai, kepuasan, pertukaran, transaksi, hubungan, dan jaringan, pasar, pemasar, serta prospek.(Kotler,2000)
Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (Staton,1997).
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan – kegiatan yang saling berhubungan sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan dan kepuasan. Dalam melakukan kegiatan – kegiatan pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung jawab serta dapat berpedoman pada salah satu pilosofi pemasaran. Ada lima filosofi pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan – kegiatan pemasaranya yaitu:

    1. Konsep berwawasan produksi
Konsep berwawasan produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya.
    1. Konsep berwawasan produk
Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik, atau hal – hal inovatif lainya.
    1. Konsep berwawasan menjual
Konsep berwawasan mejual berpendapat bahwa konsumen dibiarkan saja, konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup, artinya konsumen enggan membeli dan harus didorong supaya membeli, serta perusahan mempunyai banyak cara promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang pembeli.
    1. Konsep berwawasan pemasaran
Konsep berwawasan pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada sainganya (Kotler,2000)
  1. B. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakuakan. Sebagai falsafah bisnis yang dilakukan. Sebagai falsafah bisnis konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukan tiga elemen pokok, yaitu :
    1. Orientasi konsumen/pasar/pembeli
    2. Volume penjualan yang menguntungkan
    3. Kordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran (Staton,1997)
  1. C. Promosi dan  Penjualan
Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dansaling berkaitan yang satu dengan yang lainya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan , personal selling dan publisitas.
Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap,  maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahakanya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam sekop yang luas, dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan.
Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
  1. 1. Kondisi dan kemampuan penjual
Transaksi jual – beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang atau jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebgai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan, untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan yakni :
  1. Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan
  2. Harga produk
    1. Syarat penjualan seperti pembayaran, penghantaran, pelayanan sesuadah penjualan, garansi dan sebagainya
    2. 2. Kondisi Pasar
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasarandalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualanya. Adapun faktor – faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Jenis pasar
  2. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
  3. Daya beli
  4. Frekwensi pembelian
  5. Keinginan dan kebutuhan
  6. 3. Modal
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha. Seperti alat transportasi, tempat peraggan baik di dalam perusahan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.
  1. 4. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan besar, biasanya masalha penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang – orang tertentu / ahli di bidang penjualan.
  1. 5. Faktor Lain
Faktor – faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakanya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan sedangkan bagi perusahaan kecil yang memiliki modal relatif kecil, kegiatan ini lebih jarang dilakukan. Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa “ paling penting membuat barang yang baik “.  Bilamana prinsif tersebut dilaksanakan, maka diharapkan pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun sebelum pembelian dilakukan, sering pembeli harus dirangsang daya tariknya, misalnya dengan memberikan bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lain. (Swastha dan Irawan, 1990)
Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/ jasa atau penggunaan pejual saja dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Jadi penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi. (Basu Swastha,1999)
Promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjalankan produk yang dipasarkanya sedemikian rupa hingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen . (Indriyo.G,1994)
Promosi penjulan merupakan kegiatan komunikasi pemasaran, selain daripada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikan nilai tambah. Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibanding dengan sikap. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan, terlepas bentuk apapun yang diambil. Karena itulah, kelihatanya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu kampanye promosi penjulan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum. Misalnya apakah konsumen loyal terhadap produk anda terhadap produk pesaing anda ? , apakah konsumen akan berpindah merk guna mencari kesepakatan yang lebih baik?, apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja, tidak perduli apapun?, apakah konsumen membeli setiap produk kategori produk sama sekali?.(Lamb,Hair dan McDaniel,2001)
Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda – beda, kebanyakan berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian  yang lebih cepat atau lebih besar dari suatu produk atau jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut. (Kloter,2000)
Promosi penjualan alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian , umumnya bersifat jangka pendek. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu.
Berdasarkan sasaranya promosi penjualan dapat diklasifikasikan menjadi :
  1. Promosi konsumen, misalnya produk sampel, kupon berhadiah, hadiah langsung, potongan harga, jaminan, garansi, pelayanan penjual, demostrasi dan sebagainya.
  2. Promosi dagang, misalnya kredit pembelian, hadiah pembelian, periklanan bersama, pajangan bersama, kontes penjual dan sebagainya.
  3. Promosi bisnis, misalnya sponsor pertunjukan, demonstrasidan peragaan dalam pertunjukan dagang, kontes penjualan, hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya.
(Teguh Budianto dan Fandy C,1997)
Tujuan Promosi penjualan
  1. 1. Tujuan promosi penjulan interen
Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral kayawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatan – kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh slide, filim, brosur dan selebaran.
  1. 2. Tujuan promosi penjualan perantara
Usaha – usaha promosi penjulana dengan perantarea (pedagang besar, pengecer, lembaga perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan – perubahan musimandalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik. Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan kepada perantaa dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberikan potongan musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembelian yang lebih besar.
  1. 3. Tujuan promosi penjulan konsumen
Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti mendapat potongan 20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk memperhatikan penjualan. Jadi promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada konsumen dapat dibedakan kedalam dua kelompok yaitu :
  1. Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen
  2. Kegiatan yang ditujukan untuk mendorong para konsumen
Untuk memberitahukan konsumen, perusahaan dapat menyediakan buku kecil,          mengadakan demostrasi, menawarkan jasa konsultasi. Sedangkan untuk mendorong          konsumen, perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. Sering          publisitas juga dilakukan untuk membandingkan daya tarik promosi seperti ini.                      (Basu Swastha,1999).


  1. D. Marketing Mix
Marketimg mix adalah perangkat variabel – variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran. (Marius P.Angiopora,1999). Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Bauran pemasaran terdiri dari 4 P yaitu (Product, Price, Promotion dan Place). Adapun bauran pemasaran tersebut adalah :
  1. 1. Produk (Product)
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keingginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan , diperoleh dan digunakan untuk dikonsumsi untuk dapat memenuhikebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, oraganisasi dan ide.
  1. 2. Harga (Price)
Bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategi dan taktis seperti tingkat harga , struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendkanya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
  1. 3. Saluran Distribusi (Place)
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.
  1. 4. Promosi (Promotion)
Bauran promosi meliputi berbagia metode yaitu iklan, promosi penjualan, penjualan tatap muka dan hubungan masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan menjual produk ke konsumen.(Fandy Tjiptono,2004)
  1. Peiklanan dan Tujuan Periklanan
    1. periklanan
Kita mendefinisikan periklanan sebagai bentuk persentasi bukan perorangan atau promosi gagasan, barang atau jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Iklan menggambarkan untuk mempromosikan barang – barang atau jasa dengan cara yang berbeda. Di perusahan kecil, periklanan mungkin ditangani oleh seseorang dalam depertemen penjualan. Perusahan besar mendirikan depertemen periklanan yang tugasnya menetapkan anggaran periklanan lewat pos, penempatan produk ditempat agen dan periklanan lain yang tidak dilakukan oleh agen. Kebanyakan perusahan besar menggunakan agen periklanan dari luar karena mereka menawarkan beberapa kelebihan.
    1. Tujuan Periklanan
Langkah pertama dalam mengembangkan program periklanan adalah menetapkan sasaran periklanan. Tujuan ini harus didasarkan pada keputusan dimasa lampau mengenai pasar sasaran. Strategi pemosisian dan bauran pemasaran menetapkan tugas yang harus dilakuakn periklanan dalam program pemasaran total. Tujuan dari periklanan adalah sebagai berikut :
  1. Menginformasikan, adalah iklan yang dipakai untuk menginformasikan kepada konsumen mengenai produk atau kelebihan baru dan untuk memupuk permintaan primer
  2. Membujuk, adalah iklan yang dipakai untuk memupuk permintaan selektif dari suatu merek dengan membujuk konsumen bahwa mereka itu menawarkan mutu terbaik untuk permintaan yang mereka pilih.
  3. Mengigatkan, adalah iklan yang dipakai untuk membuat konsumen terus memikirkan suatu produk.
  4. F. Sales Promotion
Sales Promotion adalah ragsangan jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjuaan suatu produk atau jasa. Merupakan kegiatan – kegiatan diluar penjualan perseorangan, periklanan, dan publisitas yang menstimulasi pembelian oleh konsumen dan keefektifan dealer, misalnya pameran, pertunjukan, demontrasi serta sebagai kegiatan penjualan luar biasa. Promosi penjualan (sales promotion) ini dapat membantu produsen di antaranya dalam beberapa hal yaitu :
  1. Memperkenalkan produk baru
  2. Menambah pemakaian atau persediaan para penyalur dan dealer atau pedagang besar (distributor)
  3. Menarik pelanggan baru
  4. Menanggulangi kegiatan para pesaing
  5. Meringankan akibat penurunan penjualan, karena pengaruh musim
  6. Membantu untuk menyeragamkan tugas bicara berupa “sales talk” dari pramuniaga perusahaan.
Aktivitas promosi penjualan (sales promotion) dikelompokan dalam tiga golongan berdasarkan objek yang dituju yaitu :
  1. Promosi konsumen yaitu promosi penjualan yang ditujukan untuk konsumen akhir, misalnya dengan pemberian kupon berhadiah, pemberian sampel produk, jaminan uang kembali bila produk mengecewakan sesudah dipakai dan demonstrasi atau pertunjukan yang memperlihatkan keunggulan produk tersebut.
  2. Promosi perdagangan, yaitu promosi penjualan yang ditujukan kepada pedagang perantara atau badan – badan tertentu, misalnya dengan pemberian barang sebagai hadiah, potongan harga atas pembelian pada waktu tertentu dan dalamjumlah tertentu
  3. Promosi tenaga penjual, yaitu promosi penjualan yang ditujukan kepada pramuniaga dari perusahaan, misalnya pemberian bonus sebgai tambahan gaji karena prestasi yang dibuat atas standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan “ Recognition Program” yaitu pemberian penghargaan kepada pegawai,sehingga ia dikenal di dalam lingkungan perusahaan.(Saifuddin Assauri,1992)
DAFTAR PUSTAKA
Swastha Basu dan Irawan,1990.Manajemen Pemasaran Moderen ,Liberty:Yogyakarta
Staton Wiliam J,1997.Fundamental of marketing,Kongakarha,Me.Graw Hill Bokk Company : Tokyo
Indrriyo,Gitosudarmo.1994.Manajemen Pemasaran,Edisi Pertama,BPFE : Yogyakarta
Lamb,Hair dan McDaniel.2001.Pemasaran.Buku 2. Salemba Empat : Jakarta
Kotler,Philip, AB.Susanto.2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia. Buku 2. Salemba Empat : Jakarta
Teguh B., Fandy C.,1997. Pemasaran Internasional.Edisi 1.BPFE : Yogyakarta
Basu Swastha,1999.Manajemen Pemasaran Moderen.Liberty : Yogyakarta
Fandy Tjiptono.2004.Pemasaran Jasa. Bayu Media : Malang
Marius P,Angiopora.1999.Dasar – Dasar Pemasran. Cetakan Pertama. Raja Grafindo Persada : Jakarta
Saifudin A,1992. Relabilitas dan Validitas. Edisi Pertama. Sigma Alpha: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Narsizzz..... ^_^

You Love Me