Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB) 2009


Industri Farmasi wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan pembuatan obat. CPOB pertama keluar pada 1988. Pada 1989, Petunjuk Operasional Penerapan CPOB diterbitkan agar pedoman tersebut dapat diterapkan secara efektif di industri farmasi. Dalam perkembangannya, CPOB 1988 direvisi pada 2001. Ini sesuai filosofi nya, CPOB merupakan dokumen yang bersifat dinamis dan akan berubah mengikuti perkembangan teknologi. Karena kedinamisan itu, CPOB tahun 2001 pun kembali direvisi di tahun 2006. CPOB yang sekarang merupakan adaptasi dari CPOB versi WHO dan versi PIC/S juga “International Codes of GMP” lain. 

Full Text
Download Link   http://www.scribd.com/doc/76425285

Minggu, 27 November 2011

Dua BUMN Farmasi Bergabung

Dikutip dari Kompas, 29 April 2010
Penggabungan usaha PT. Kimia Farma dan PT. Indofarma Tbk diperkirakan selesai pada akhir tahun ini. Penggabungan dua badan usaha milik negara ini diharapkan bisa memberikan sinergi dalam pegnembangan usaha kedua perseroan, baik dapam proses manufaktur obat-obatan maupun pemasaran dan distribusi.

Kalbe Siap Caplok Pyridam

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 3 mei 2010
Oleh: Pudji Lestari & Wisnu Wijaya
Harga saham PT. Pyridam Farma Tbk merangkak naik menyusul kabar perusahaan farmasi tersebut menjadi target akuisisi PT. Kalbe Farma Tbk, produsen farmasi terbesar nasional.
Harga saham Pyridam yang berkode perdagangan PYFA itu sepanjang tahun ini telah naik 6.36% dan dalam 1 tahun terakhir telah memberikan keuntungan sebesar 101.72%
Pada perdagangan Jumat pecan lalu, harga saham ini ditutup naik 3.54% atau Rp 4 ke level Rp 117, menjadikannya bernilai kapitalsisasi pasasr Rp 62.60 milyar.

TEORI SEDIAAN TABLET #1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1  Definisi
Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406)
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4)

MATERI WORKSHOP FARMASl

Disamping beberapa buku yang telah diterbitkan, PharmaEdu juga menyediakan kumpulan materi workshop yang pernah dibuat dari Bpk. Goeswin Agoes.
Materi ini dapat dibeli langsung, untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi: primavalue@gmail.com
Adapun materi – materi workshop tersebut adalah sebagai berikut:

Magnesium Stearat

Magnesium stearat (Mg-stearat) adalah material (eksipien) pertama yang dipilih untuk harmonisasi oleh Pharmacopeial Discussion Group
Mg stearat adalah lubrikan sangat efektif dan luas digunakan. Material aygn berasal dari sumber hewani, merupakan campuran dari stearat dan palmilat, dan merupakan lubrikan yang baik jika dimanufaktur secara proses pengendapan (presipitasi) material berasal dari tanaman berbeda komposisinya.

Sabtu, 26 November 2011

Manfaat Buah dan Sayur dari Warnaya



Putih :
Buah dan sayur yang berwarna putih memiliki kandungan serat dan Vitamin C yang cukup tinggi. Buah dan sayur yang berwarna putih sangat bermanpaat bagi pencernaan dan kekebalan tubuh.



Hijau :
Buah berwarna hijau banyak mengandung Asam alegat yang bagus untuk menangkal sel – sel kangker dan menstabilkan tekanan darah. Sedangkan sayuran berwarna hijau banyak mengandung Vitamin C dan B komplek,zat besi,kalium,magnesium,fosfor,beta karoten,dan serat. Buah berwarna hijau ini sangat banyak manfaatnya antara lain menghaluskan kulit,memperlancar BAB,mencegah kekurangan darah.

Kuning :
Buah berwarna kuning banyak mengandung kalium yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung.



Orange :
Buah berwarna orenge banyak mengandung Vitamin A dan C. Buah berwarna kuning ini cukup banyak manfaatnya seperti memperlancar sistem pencernaan,mencegah sembelit,kesehatan mata,menghaluskan kulit wajah,penangkal radikal bebas penyebab kanker dan penuaan dini
Merah :
Buah berwarna merah banyak mengandung lycopene,Vitamin A dan C. Buah berwarna merah bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia antara lain menghambat kemunduran fisik dan mental agar tidak mudah pikun,meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

UJI BIOKIMIA METABOLISME BAKTERI

Metabolisme adalah semua reaksi kimiawi yang dilakukan oleh sel yang menghasilkan energi dan yang menggunakan energi untuk sintesis komponen-komponen sel dan untuk kegiatan-kegiatan selular, seperti pergerakan. Reaksi kimiawi yang membebaskan energi melalui perombakan nutrient disebut reaksi disimilasi atau penguraian; jadi merupakan kegiatan katabolik sel. Sedangkan reaksi kimiawi yang menggunakan energi untuk sintesis dan fungsi-fungsi sel lainnya disebut reaksi asimilasi atau anabolik. Jadi, reaksi disimilasi menghasilkan energi, dan reaksi asimilasi menggunakan energi.

Tablet (Kempa Langsung)


2.1. PengertianTablet

Tablet merupakan sediaan padat yang biasanya dibuat secara kempa ­ cetak, berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai. Kebanyakan dari tablet digunakan pada pemberian peroral, dan kebanyakan dari tablet ini dibuat dengan penambahan zat warna, zat pemberi rasa dan lapisan ­ lapisan berbagai jenis.
Penggunaan kata tablet sendiri secara umum merujuk pada tablet obat. Tablet obat juga sering disebut pil. Produk lain yang juga diproduksi dalam bentuk tablet yang akan larut antara lain adalah produk ­ produk pembersih dan penghilang bau.
Tablet dibuat dengan cara kompresi. Secara singkat dapat dikatakan bahwa tablet yang dibuat dengan cara kompresi menggunakan mesin yang mampu menekan bahan berbentuk serbuk dan granul dengan menggunakan berbagai bentuk punch atau ukuran die. Alat kompresi tablet merupakan alat berat dari alat berat dari berbagai kapasitas dipilih sesuai dengan dasar dan jenis tablet yang dibuat serta produksi yang diinginkan. Tablet yang dicetak dibuat dengan tangan atau dengan alat mesin tangan, dengan cara menekan tablet dalam cetakan, kemudian bahan tablet yang dibentuk dikeluarkan dari cetakan dan dibiarkan sampai kering.

SUSPENSI

A.Suspensiones ( Suspensi )
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap, dan bila digojog perlahan– lahan, endapan harus terdispersi kembali. Dapat di tambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah di gojog dan di tuang .
Dalam pembuatan suspensi harus diperhatikan beberapa faktor anatara lain sifat partikel terdispersi ( derajat pembasahan partikel ), Zat pembasah, Medium pendispersi serta komponen – komponen formulasi seperti pewarna, pengaroma, pemberi rasa dan pengawet yang digunakan. Suspensi harus dikemas dalam wadah yang memadai di atas cairan sehigga dapat dikocok dan mudah dituang. Pada etiket harus tertera “Kocok dahulu dan di simpan dalam wadah tertutup baik dan disimpan di tempat yang sejuk “.
B. Keuntugan sediaan suspensi antara lain sebagai berikut :
a. Bahan obat tidak larut dapat bekerja sebagai depo, yang dapat memperlambat terlepasnya obat .
b. Beberapa bahan obat tidak stabil jika tersedia dalam bentuk larutan.
c. Obat dalam sediaan suspensi rasanya lebih enak dibandingkan dalam larutan, karena rasa obat yang tergantung kelarutannya.
Kerugian bentuk suspensi antara lain sebagai berikut :
a. Rasa obat dalam larutan lebih jelas.
b. Tidak praktis bila dibandingkan dalam bentuk sediaan lain, misalnya pulveres, tablet, dan kapsul.
c. Rentan terhadap degradasi dan kemungkinan terjadinya reaksi kimia antar kandungan dalam larutan di mana terdapat air sebagai katalisator .
C. Pembasahan Partikel
Dalam pembuatan suspensi, pembasahan partikel dari serbuk yang tidak larut di dalam cairan pembawa adalah langkah yang penting. kadang – kadang adalah sukar mendispersi serbuk, karena adanya udara, lemak dan lain – lain kontaminan .
Serbuk tadi tidak dapat segera dibasahi, walaupun BJ – nya besar mereka mengambang pada permukaan cairan.
Pada serbuk yang halus mudah kemasukan udara dan sukar dibasahi meskipun ditekan di bawah permukaan cairan.
Serbuk dengan sudut kontak ± 90 ْ akan menghasilkan serbuk yang terapung keluar dari cairan. Sedangkan serbuk yang mengambang di bawah cairan mempunyai sudut kontak yang lebih kecil dan bila tenggelam, menunjukkkan tidak adanya sudut kontak .
Serbuk yang sulit dibasahi air , disebut hidrofob , seperti sulfur , carbo adsorben, Magnesii Stearat dan serbuk yang mudah dibasahi air disebut hidropofil seperti toluen , Zincy Oxydi , Magnesii Carbonas .
Dalam pembuatan suspensi penggunaan surfaktan ( wetting agent ) adalah sangat berguna dalam penurunan tegangan antar muka akan menurunkan sudut kontak , pembasahan akan dipermudah.
Gliserin dapat berguna di dalam penggerusan zat yang tidak larut karena akan memindahkan udara diantara partikel – partikel hingga bila ditambahkan air dapat menembus dan membasahi partikel karena lapisan gliserin pada permukaan partikel mudah campur dengan air. Maka itu pendispersian partikel dilakukan dengan menggerus dulu partikel dengan gliserin, propilenglikol, koloid gom baru diencerkan dengan air. ( IMO , 152 )
D. Pada pembuatan Suspensi di kenal 2 macam sistem , yaitu :
a. Sistem Deflokulasi
b. Sistem Flokulasi
Dalam system flokulasi, partikel terflokulasi adalah terikat lemah, cepat mengendap dan mudah tersuspensi kembali dan tidak membentuk cake. Sedangkan pada system Deflokulasi, partikel terdeflokulasi mengendap perlahan – lahan dan akhirnya akan membentuk sendimen dan terjadi agregasi dan selanjutnya cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali. ( Farmasetika , 163 )
Cara Pembuatan Suspensi
Suspensi dapat di buat dengan menggunakan 2 metode, yaitu :
1. Metode Dispersi
2. Metode Presipitasi ( Pengendapan ) , metode ini di bagi lagi menjadi 3 macam , yaitu :
· Presipitasi dengan pelarut organik
· Presipitasi dengan perubahan pH dari media
· Presipitasi dengan dokomposisi rangkap
1. Metode Dispersi
Serbuk yang terbagi halus, didispersi didalam cairan pembawa. Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air. Dalam formulasi suspensi yang penting adalah partikel – partikel harus terdispersi betul di dalam air, mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air, kadang – kadang sukar. Hal ini di sebabkan karena adanya udara, lemak dan lain – lain kontaminan pada permukaan serbuk . ( Farmasetika , 165 )
2. Metode Presipitasi
Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut dalam air,dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang dapat dicampur dengan air, lalu ditambahkan air suling dengan kondisi tertentu. Pelarut organik yang digunakan adalah etanol, methanol, propilenglikol dan gliserin. Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah control ukuran partikel, yaitu terjadinya bentuk polimorf atau hidrat dari kristal. ( Farmasetika , 165 )
Daftar Pustaka
Anief. 1987. Ilmu Meracik Obat. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.
Anief. Farmasetika . Gajah Mada University Press: Yogyakarta.

STERILISASI

Sterilisasi adalah suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan alat ataupun bahan dari berbagai macam mikroorganisme. Suatu bahan bisa dikatakan steril apabila bebas dari mikroorganisme hidup yang patogen maupun tidak baik dalam bentuk vegetatip walaupun bentuk nonvegetatip (spora).

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN OBAT


Obat adalah semua zat baik kimiawi,nabati,maupun hewani dalam dosisi yang dapat menyembuhkan berguna untuk menyembuhkan,meringankan dan mencegah penyakit berikut gejalanya. Pada jaman dahulu orang banyak menggunakan obat tradisional terutama dari tumbuh – tumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit. Seperti diIndonesia orang menyebutnya dengan jamu. Pada masa Galenus tokoh yunani muncul ilmu yang disebut Galenica yang berasal dari namaya sendiri yaitu ilmu yang mempelajari cara pengambian sari pati tumbuhan obat dikenal dengan sediaan infus,tingtur dan ekstrak.Pada tahun 1240 Kaisar Federick II memisahkan antara kedokteran dan Farmasi Karena sebelum tahun 1240 ilmu kedokteran digabungkan dengan Ilmu farmasi. Obat nabati merupakan obat yang berasal dari tanaman yang aktivitas dan efeknya berbeda – beda contoh obat yang diisolasi dari obat nabati :
  1. Efedrin : Ephedra vulgaris
  2. Atropin : Atropa belladona
  3. Morfin : Papaver somnifera
  4. Digoksin : Digitalis lanata
  5. Vinblastin : Vinca rosae
Pada permulaan abad 20 obat – obat sintetis makin maju pesat yaitu obat yang berasal dari sintesis zat kimia sampai dengan sekarang kebanyakan orang lebih memilih obat kimia dibanding obat dari alam karena obat kimia lebih cepat reaksinya daripada obat alam tapi obat kimia lebih banyak menimbulkan efek samping dibanding obat alam.

SALEP

Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. ( FI III Hal 33 )
Salep adalah sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. (FI IV )
ATURAN UMUM PEMBUATAN SALEP
1. Bagian – bagian yang dapat larut dalam sejumlah campuran lemak yamg diperuntukkan bilamana perlu dilarutkan dengan pemanasan di dalamnya.
2. Zat-zat yang mudah larut dalam air kecuali ditentukan lain ,bila banyak nya air yang dipergunakan untuk pelarutan dapat dipungut oleh jumlah campuran lemak yang telah ditentukan, mula-mula dilarutkan dalam air; banyaknya air yang dipergunakan mula-mula dikurangi dari jumlah yang telah ditentukan dari campuran lemak.
3. Zat-zat yang dalam lemak dan dalam air atau kurang cukup dapat larut harus sebelumnya dijadikan serbuk, dan diayak melalui dasar ayakan B40. Pada pembuatan unguenta ini zat yang padat sebelumnya dicampur rata dengan lemak, yang beratnya sama atau setengahnya,bilamana perlu sebelumnya dilelehkan dan kemudian sejumlah sisa lemaknya telah atau tidak dilelehkan ditambahkan sebagian demi sebagian.
4. Apabila unguenta dibuat dengan perlelehan, maka campurannya harus diaduk sampai dingin.
BERDASARKAN KOMPOSISI DASAR SALEP DAPAT DIGOLONGKAN SEBAGAI BERIKUT
  1. Dasar salep hidrokarbon,yaitu terdiri dari antara lain:
    • Vaselin putih,Vaselin kuning
    • Campuran Vaselin dengan malam putih, malam kuning
    • Parafin encer, Parafin padat
    • Minyak tumbuh-tumbuhan
  2. Dasar salep serap,yaitu dapat menyerap air terdiri antara lain:
· Adeps lanae
· Unguentum Simplex
Campuran 30 bagian malam kuning dan 70 bagian minyak wijen
· Hydrophilic petrolatum
86 Vaselin Alba,8 Cera Alba,3 Stearyl alcohol, dan 3 kolesterol.
(IMO,hal 52-53)
ZAT-ZAT YANG DAPAT DILARUTKAN DALAM DASAR SALEP
Umumnya kelarutan obat dalam minyak lemak lebih besar daripada dalam vaselin.
Champora, Mentholum, Phenolum, Thymolum dan Guayacolum lebih mudah dilarutkan dengan cara digerus dalam mortir dengan minyak lemak. Bila dasar salep mengandung vaselin, maka zat-zat tersebut digerus halus dan tambahkan sebagian (+ sama banyak) Vaselin sampai homogen, baru ditambahkan sisa vaselin dan bagian dasar salep yang lain.
Champora dapat dihaluskan dengan tambahan Spiritus fortior atau eter secukupnya sampai larut setelah itu ditambahkan dasar salep sedikit demi sedikit, diaduk sampai spiritus fortiornya menguap.
Bila zat-zat tersebut bersama-sama dalam salep, lebih mudah dicampur dan digerus dulu biar meleleh baru ditambahkan dasar salep sedikit demi sedikit.
(IMO,hal 55)
ZAT-ZAT YANG MUDAH LARUT DALAM AIR
Bila masa salep mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia maka obatnya dilarutkan dulu dalam sebagian dulu dalam air dan dicampur dengan bagian dasar salep yang dapat menyerap air, setelah seluruh obat dalam air terserap, baru ditambahkan bagian-bagian lain dasar salep, digerus dan diaduk hingga homogen.
Dasar salep yang dapat menyerap air antara lain ialah Adeps lanae, Unguentum Simplex, hydrophilic ointment. Dan dasar salep yang sudah mengandung air antara lain Lanoline (25% air), Unguentum Leniens (25%), Unguentum Cetylicum hydrosum (40%).
(IMO, hal 57)
ZAT-ZAT YANG KURANG LARUT ATAU TIDAK LARUT DALAM DASAR SALEP
Zat-zat ini diserbukkan dulu dengan derajat halus serbuk pengayak no.100. setelah itu serbuk dicampur baik-baik dengan sama berat masa salep, atau dengan salah satu bahan dasar salep. Bila perlu bahan dasar salep tersebut dilelehkan terlebih dahulu, setelah itu sisa bahan-bahan yang lainditambahkan sedikit demi sedikit sambil digerus dan diaduk hingga homogen. Untuk pencegahan pengkristalan pada waktu pendinginan, seperti Cera flava, Cera alba, Cetylalcoholum dan Paraffinum solidum tidak tersisa dari dasar salep yang cair atau lunak.
(IMO,hal 59)
BAHAN YANG DITAMBAHKAN TERAKHIR PADA SUATU MASSA SALEP
Balsem-balsem dan minyak atsiri, balsam merupakan campuran dari damar dan minyak atsiri, jika digerus terlalu lama akan keluar damarnya sedangkan minyak atsirinya akan menguap.
(Ilmu Resep Teori,hal 48)
KUALITAS SALEP YANG BAIK ADALAH
  1. Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak terpengaruh oleh suhu dan kelembaban kamar.
  2. Lunak,semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan halus, dan seluruh produk harus lunak dan homogen.
  3. Mudah dipakai atau mudah dioleskan.
  4. Dasar salep yang cocok.
  5. Dapat terdistribusi merat (Ilmu Resep Teori, hal 42)
DAFTAR PUSTAKA
Anief, M. 1987. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Press
Anonim.Farmakope Indonesia ed III.DEPKES RI:Jakarta
Anonim.Farmakope Indonesia ed IV.DEPKES RI:Jakarta
Anonim.Ilmu Resep dan Teori.DEPKES RI

Mikrobiologi Pangan Dan Lingkungan

Setiap bahan pangan selalu mengandung mikroba yang jumlah dan jenisnya berbeda. Beberapa jenis mikroba yang terdapat pada bahan pangan adalah bakteri , kapang dan khamir .Pencemaran mikroba pada bahan pangan merupakan hasil kontaminasi langsung atau tidak langsungdengan sumber – sumber pencemaran mikroba, seperti tanah , udara , air , debu , saluran pencernaan , dan pernafasan manusia dan hewan . Namun demikian , hanya sebagian saja dari berbagai sumber pencemar yang berperan sebagai sumber mikroba awal yang selanjutnya akan berkembang biak pada bahan pangan sampai jumlah tertentu . Dalam batas – batas tertentu kandungan mikroba dalam bahan pangan tidak banyak berpengaruh terhadap ketahanan bahan pangan tesebut . Akan tetapi , apabila kondisi lingkungan memungkinkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat , maha bahan pangan akan rusak karenanya .

KAPSUL

Kapsul(FI,III) adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsulKeras dan lunak , Kapsul (FI,IV) adalah sediaan Padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut .
Cangkang dibuat dari :
  1. Gelatin
  2. Pati
  3. Bahan Lain yang cocok (FI,Ed,IV)

Kapsul memiliki nama lain :
  1. Hard Capsule atau Kapsul Keras
  2. Hard Gelatine Capsule atau Kapsul Lunak

Adapun pemerian dari kapsul adalah sedian bahan aktifnya dapat berbentuk padat atau sediaan padat dengan atau tampa bahan tambahan dan terbungkus cangkang kapsul yang keras terbuat dari gelatin .

Kapsul Brbentuk selindris dengan ukuran kapsul  bermacam – macam mulai yang terbesar 000(Untuk Hewan),00,0,1,2,3,4,dan 5.Dalam pengobatan lazim digunakan adalah 0,1,2,3 dan 4 . Kapasitas Kapsul kira – kira antara 30 mg – 600 mg dan tergantung berat jenis serbuknya.

Konsitensi obat yang dimasukan kedalam kapsul dapat berupa serbuk , zat cair , granul .
Contoh :
            Yang Berupa Serbuk                : Erythrocin caps
                                                              Incidal caps
                                                              Kemicetin caps.
             Yang Berupa Cairan                : Oleum Chenopodii
             Yang Berupa Granul                : Eryc caps
                                                              Excelase caps
              Hard caps                              : Librium,Terramycin,Juvelon
              Soft caps                                :  Natur-E 100 .Super Tetra, Levertran caps
Kapsul memiliki  sifat – sifat yang menguntungkan yaitu :
1.      Cukup stabil dalam penyimpanan dan transportasi
2.      Dapat menutupi rasa dan bau yang tidak enak
3.      Tepat untuk Oat yang teroksidasi dan mempunyai bau dan rasa yang tidak enak
4.      Bentuk Kapsul Mudah ditelan dibanding bentuk tablet
Catatan            : Setelah cangkang larut dalam lambung dan bahan aktif bebas serta
terlarut maka akan terjadi proses absoropsi yang terjadi di Gastro  
intestinal (GIT).

Pembuatan kapsul dengan cara yaitu bila obat – obatanya berupa , maka setelah
obat – obataya dan bahan tambahan / pengisi dicampur dan diserbukan ( Cara Seperti pada pembuatan serbuk ),Lalu dibagi – bagi sama banyak . Kemudian dimasukan kedalam kapsul .Pilih kapsul yang sesuai dengan volume serbuknya .Bila setelah obat dimasukan ke dalam kapsul dan apabila ada serbuk yang melekat pada kapsul ,maka kapsul tersebut dibersihkan dengan kapas atau kertas tissue.

Penyimpanan disimpan ditempat yang sejuk kering , tertutup rapat dan diberi zat pengering .Bila kapsul disimpan ditempat yang kelembapanya rendah ,maka kapsul akan rapuh .Bila kapsul disimpan di kelembapan yang tinggi maka kapsul akan lembek ( Saling melekat ).

Catatan           : Tinjauan Pustaka yang diambil adalah hasil pengembangan buku
  Farmakope ed III dan IV, Buku Penuntun Praktikum Farmasetika dasar
  dan buku seni menulis resep.

ISOLASI BAKTERI

Mikroorganisme sangat erat kaitanya dengan kehidupan kita, ada beberapa diantaranya bermanfaat dan adapula yang merugikan.Salah satu teknik untuk membiakan ( Menumbuhkan ) bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus pandang pada suhu inkubasi. Media yang baik adalah agar, dapat dilarutkan dalam larutan nutrien dan bilamana menjadi gel akan tetap padat dalam kisaran temperatur yang luas.
Mikroorganisme terdapat dimana-mana didalam lingkungan kita mereka ada pada tubuh kita, didalam tubuh kita, dan disekeliling kita. Mereka merupakan komponen penting dalam ekosistem. Dihabitat alamiahnya, mereka hidup dalam suatu komunitas yang terdiri dari berbagai jenis mokroorganisme, bersama spesies-spesies biologi lainnya. Didalam komunitas ini, satu spesies mikroba dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai cara-cara beberapa bersifat menguntungkan beberapa merugikan ( Pelezar, 1988 ).

EMULSI , SHAMPO , LOTION , CLENSING CREAM


EMULSI , SHAMPO , LOTION , CLENSING CREAM


 A.     Emulsi
         Emulsi  adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat yang terdispersi dalam cairan pembawa dan distabilkan oleh zat pengemulsinya atau surfaktan yang cocok ( Farmakope Indonesia Ed.III )
Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat bercampur, biasanya terdiri dari minyak dan air, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Dispersi ini tidak stabil, butir – butir ini bergabung ( koalesen ) dan membentuk dua lapisan yaitu air dan minyak yang terpisah yang dibantu oleh zat pengemulsi ( emulgator )  yang merupakan komponen yang paling penting untuk memperoleh emulsa yang stabil .
Semua emulgator bekerja dengan membentuk film ( lapisan ) di sekeliling butir – butir tetesan yang terdispersi dan film ini berfungsi agar mencegah terjadinya koalesen dan terpisahnya cairan dispersi sebagai zat pemisah. Terbentuk dua macam tipe emulsi yaitu tipe M/A dimana tetes minyak terdispersi dalam fase air dan tipe A/M dimana fase intern adalah air dan fase ekstern adalah minyak .
Zat-zat pengemulsi ( Emugator ) yang biasa digunakan adalah PGA, PGS, Gelatin, Tragacantha, Sapo, ammonium kwartener, senyawa kolestrol, Surfaktan seperti Tween dan Span, kuning telur atau merah telur, CMC, TEA, Sabun, dll.

Selasa, 01 Maret 2011

Apoteker Indonesia

 Kementerian Kesehatan mengupayakan agar bea masuk impor bahan baku obat diturunkan. Pemerintah juga menyosialisasikan pemakaian obat generik berlogo yang disubsidi pemerintah sebagai obat murah yang dijamin mutunya.

Jumat, 25 Februari 2011

hohooo.,., gx nyesal deh trnyta aku pilih "Farmasi"

(◦^⌣').('⌣^◦)
Klo dilihat dari lapangan kerja ke depannya yah:
Farmasi bisa kerja di bidang industri obat dan makanan, rumah sakit, apotek, industri obat herbal, di BPOM, di bagian bioteknologi (vaksin dkk), bisa jadi dosen, scientist murni, konsultan dan banyak lagi.

untuk yang mau bergerak di bidang farmasi industri, bisa bekerja di bagian formulasi obat (tablet, sediaan cair, sediaan injeksi dkk ), quality control, quality assurance, bioekivalensi obat, gitu2 deh. Contoh perusahaan yang terkenal yang ada di indonesia: kalbe farma, kimia farma, bayer, pfizer, novartix, glaxo, novell, soho, abbott, dll.
Terus, sarjana farmasi + apoteker, klo di industri, jenjang karirnya mulai dari tengah ke atas. Jadi, gak mulai dari bawah-bawah amat. Gaji dan sebagainya tergantung perusahaan nya gan.

Klo tertariknya dengan farmasi obat herbal, bisa kerja di perusahaan2 jamu sperti sido muncul, nyonya menir, jamu borobudur, gitu2. Sekitar 5 thun ke depan, kabarnya c, farmsi obat herbal ini lagi berkembang2nya.

Klo tertariknya farmasi klinik, agan bisa kerjanya di rumah sakit-rumah sakit, apotek2, sebagai apoteker atau sebagai konsultan obat gitu. Atau bisa kerja di klinik2 kesehatan sperti Prodia, Pramita, dll.

Klo tertarik di bidang bioteknologi, farmasi juga dibutuhkan dalam pengembangan vaksin dan produk peningkat imunitas lainnya. Bisa kerja di biofarma, biotekindo, bahkan bisa ke WHo..

Klo tertariknya kerja di pemerintahan, lulusan farmasi sebagian besar ditampung di BPOM atau Departemen Kesehatan..

Klo tertariknya di research2 gitu/scientist, bisa kerja di pusat2 research, misalnya pengembangan stem cell cancer. gitu2.. dan perusahaan2 itu udah ada di indonesia semua kok..

Atw, bisa juga kerja di industri alat-alat biomedikal gitu.. Di industri2 yang bikin alat2 yang dibuthkan ma orang2 farmasi/alat2 kedokteran gitu.. hehe.

Terakhir, bisa jadi dosen deh.. ^_^. Dosen bidang farmakologi, farmasetik, farmakokimia atau bahan alam. Semuanya oke..

Jadi, yah menurutku c, farmasi lingkup kerjanya luas. Dah gitu, bisa dsedikit banyak sambil ngabdi ke masyarakat..
Sukses gaknya, tergantung semangat n usaha kita masing2 gan..

Semoga membantu..  


satu lagi yang jarang orang tau tentang bidang farmasi..
bahkan alat kosmetik yang marak dipakai ma cewe2 tuh produk farmasi loh!


 

Kamis, 24 Februari 2011

5 ISTILAH PENTING APOTIK DAN KEFARMASIAN


Apotik mania yang berbahagia…
postingan saya kali ingin mengajak kita kepada hal yang paling mendasar 
yaitu istilah-istilah penting apotik dan farmasi 

Sebenarnya banyak sekali istilah-istilah penting apotik dan farmasi, tetapi secara ringkas akan saya sajikan 5 istilah penting saja yang sering kita dengar atau baca yaitu :

1. Perbekalan Kesehatan

Perbekalan kesehatan merupakan semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan

2. Alat Kesehatan

Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

3. Sediaan Farmasi

Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika.

4. Obat

Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.

5. Obat Tradisional

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat

Demikianlah apotik mania, semoga pemahaman kita semakin bertambah dan semoga bermanfaat. sukses!

Narsizzz..... ^_^

You Love Me