Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2011

Kasiat Putri Malu




Putri Malu
(Mimosa pudica Linn.)
Sinonim :
Mimosa asperata, Blanco.
Familia :
Mimosaccae 
 
Uraian :
Tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, cepat berkembang biak, tumbuh tidur di tanah, kadang-kadang tegak. Batang bulat, berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitif plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, akar, seluruh tanaman, segar atau yang dikeringkan.


KEGUNAAN:
1. Susah tidur (insomnia).
2. Radang saluran nafas (bronchitis).
3. Panas tinggi pada anak-anak.
4. Herpes (radang kulit karena virus).
5. Cacingan (ascariasis).
6. Rheumatik.


PEMAKAIAN: 15 - 60 gram, direbus.


PEMAKAIAN LUAR:
Luka, radang kulit bemanah (piodermi), herpes; Tanaman segar dilumatkan, ditempelkan di tempat yang sakit.


CARA PEMAKAIAN:
1. Insomnia:
    a. Daun mimosa pudica 30 - 60 gr., direbus. Minum.
    b. - Mimosa pudica (si kejut) 15 gr.
        - Vemonia cinerea (sawi langit) 15 gr.
        - Oxalis repens (calincing) 30 gr., semuanya direbus.


2. Chronic bronchitis:
    a. Akar minosa pudica 60 gr. dan air 600 cc., direbus dengan api
       kecil menjadi 200 cc, dibagi  2 kali minum. 10 hari adalah 1 kuur.
    b. - Mimosa pudica 30 gr.
        - Akar peristrophe roxburghiana 10 gr., keduanya direbus, dibagi
         menjadi 2 dosis/hari.


3. Batuk dengan dahak banyak: Akar putri malu 10 - 15 gr.,  direbus.
4. Ascariasis: Mimosa pudica 15 - 30 gr., direbus.


5. Rheumatik:
    15 gr akar Mimosa pudica direndam dalam arak  putih 500 cc selama
    2 minggu.


KONTRAINDIKASI (DILARANG DIPAKAI): Wanita hamil.

Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=52

Selasa, 01 Maret 2011

Adas (Foeniculum vulgare mill.)

Botani

Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa :Umbellales
Suku : Umbelliferae
Marga : Foeniculum
Jenis : Foeniculum vulgare Mill.
Nama umum/dagang : Adas

Nama daerah
Sumatera : Das-pedas (Aceh) Adas (Melayu) Adas manis (Minangkabau)
Jawa : Hades (Sunda) Adas (Jawa Tengah) Adhas (Madura)
Bali : Adas
Nusa Tenggara : Walawunga (Sumba)
Sulawesi : Rempusa (Makasar) Adase (Bugis)

Deskripsi
Habitus : Perdu, tahunan, tinggi ± 2 m.
Batang : Berlubang, beruas, beralur, percabangan monopodial, hijau keputih-putihan.
Daun : Majemuk, menyirip ganda, benluk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata. panjang 30-50 cm, lebar 15-25 cm, panjang pelepah 5-7 cm, hijau muda, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk payung, lumbuh di ujung balang, kelopak bentuk tabung, hijau, daun mahkota lima, kuning.
Buah : Bentuk lonjong, beralur, panjang 6-10 mm, lebar 3-4 mm, masih muda hijau setelah tua hijau keabu-abuan.
Akar : Tunggang, putih.

Khasiat
Buah Foeniculum vulgare berkhasiat sebagai obat batuk, obat perut kembung, obat sariawan dan obal haid tidak teratur. Untuk obat batuk dipakai ± 5 gram serbuk buah Foeniculum vulgare, diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan ditambah 1 sendok teh madu, diaduk sampai rata diminum sekaligus.

Kandungan kimia
Buah Foeniculum vulgare mengandung minyak atsin di samping itu juga mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

Adas anis (Clausena anisum-olens merr.)

Botani

Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Rutales
Suku : Rutaceae
Marga : Clausena
Jenis : Clausena anisum-ofens Merr.

Nama umum
: Adas anis

Nama daerah
Jawa : Adas anis (Jawa)

Deskripsi :
Habitus : Perdu, tegak, tinggi 2-4 m.
Batang : Bulat, sedikit bercabang, permukaan kasar, berwama hitam.
Daun : Majemuk, menyirip ganjil, duduk berseling, anak daun bentuk lonjong sampai lanset, tidak simetris, ujung dan pangkal runcing, tepi bergelombang, panjang 5-8 cm, lebar 2-8 cm, pertulangan daun menyirip tegas, permukaan licin, warna hijau mengkilat, jika diremas berbau harum menyerupai buah adas.
Bunga : Majemuk, letak di terminal, di ketiak daun, bentuk malai, bunga sempurna, kelopak bentuk cawan, ujung lepas, runcing, hijau, mahkota berlepasan, berbagi 5, bentuk sendok, ujung tumpul, tebal, duduk mengelilingi cawan bunga. putik duduk di atas bakal buah, warna putih gading.
Buah : Bulat, tunggal, diameter 3-5 mm, lunak, warna putih kekuningan.
Biji : Bentuk bulat telur, keras, berwarna putih kekuningan.
Akar : Tunggang, berwama kuning kehitaman.

Ekologi dan penyebaran '
Merupakan tumbuhan asli dari Afrika Timur, di Indonesia hanya dijumpai di beberapa tempat sebagai koleksi tanaman obat. Tumbuh baik di daerah panas dengan jenis tanah yang gembur berpasir tetapi mengandung bahan organik tinggi. Berbunga pada bulan Juli-September. Waktu panen yang tepat bulan November-Januari.

Bagian yang digunakan
Daun dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Penghangat badan, anti-radang, anti-septik.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat sakit perut: daun adas anis segar sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 5 menit. disaring, setelah dingin diminum sekaligus.
2. Obat sakit kepala pusing: daun adas anis segar sebanyak. 60 gram, dicuci direbus dengan 400 ml air sampai mendidih seiama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore,

Kandungan kimia ;
Daun adas anis mengandung alkaloida, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri.

Adem ati (Litsea chinensis Lamk.)

Botani

Sinonim : Litsea sabtfera Pers.; Qlabraria tersa L.; Tetranthera roxburghii Nees.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Ranales
Suku : Lauraceae
Marga : Litsea
Jenis : Litsea chinensis Lamk.

Nama umum/dagang : Adem ati

Nama daerah
Jawa : Huru batu (Sunda) Adem ati (Jawa Tengah)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi 6-12 m.
Batang : Berkayu, bentuk bulat, bercabang, coklat.
Daun : Tunggal, bentuk elips, berseling, panjang 19-26 cm, lebar 6-8,5 cm, berbulu halus, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, daun mahkota terlepas, putih kekuningan.
Buah : Bulat, masih muda hijau setelah tua hitam.
Biji : Kecil, tiap buah berisi 1 biji, coklat.
Akar : Tunggang, coklat muda.

Khasiat
Daun Litsea chinensis berkhasiat sebagai obat penenang.
Untuk obat penenag dipakai ± 15 gram daun segar Litsea chinensis, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada dahi,

Kandungan kimia
Daun Litsea chinensis mengandung sapomn, flavonoida, tanin dan polifenol, di samping minyak atsiri

Angsana (Pterocarpus indica Willd.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rosales
Suku : Leguminosae
Marga : Pterocarpus
Jenis : Pterocarpus indica Willd.

Nama umum/dagang : Angsana

Nama daerah
Sumatera : Asan (Aceh) Sena (Batak Karo) Hasona (Batak Toba) Sena (Gayo) Sana (Lampung)
Jawa : Angsana (Jawa Tengah) Sana kembang (Sunda) Sana (Madura)
Bali : Angsana
Maluku : Ingi (Seram) Lala (Ambon) Lana (Bum) Lina (Halmahera) Ligua (ternate)
Nusa Tenggara : Sana (Sasak) Nara (Bima) Ai kenawa (Sumba) Kenaha (Solor) Kalai (Alor)
Sulawesi : Tonala (Gorontalo) Yonoba (Buol) Patene (Makasar) Candana (Bugis)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi 10-30 m.
Batang : Bulat, berkayu, bercabang, putih kotor.
Daun : Majemuk, berseling, anak daun 5-13 helai, bulat, ujung runcing, pangkal tumpul, mengkilat, panjang daun 3-10 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, hijau muda, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, di ujung cabang dan di ketiak daun, berbulu, jingga.
Buah : Polong, bulat, pipih, bersayap, diameter ± 5 cm, berisi 2-6 biji, hijau.
Biji : Bulat, coklat.
Akar : Tunggang, bercabang, putih kotor.

Khasiat
Kulit batang Pterocarpus indica berkhasiat sebagai obat sariawan, obat mencret dan obat bisul. Untuk obat sariawan dipakai ± 5 gram kulit batang Pterocarpus indica, dipotong kecil-kecil, direbus dengan 1 gelas air selama lima belas menit, setelah dingin diperas dan disaring. Hasil saringan dipakai untuk kumur.

Kandungan kimia
Biji dan daun Pterocarpus indica mengandung saponin, Jlavonoida dan polifenol, di samping itu juga mengandung mmyak atsiri.

Akalifa (Acalypha wilkesiana Muell. Arg.)

Botani

Sinonim : Acalypha tricolor Hort. ex Seem.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae
Marga : Acalypha
Jenis : Acalypha wilkesiana Muell. Arg.

Nama umum/dagang : Akalifa

Nama daerah
Jawa : Akalifa (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Perdu, tahunan, tinggi ± 5 m.
Batang : Tegak.berkayu, bulat, halus, percabangan simpodial, ranting berambut, coklat.
Daun : Tunggal, berseling, lonjong, tepi bergerigi, ujung meruncing, pangkal rata, berberbintik-bintik, panjang 4-17 cm, lebar 2-12 cm, pertulangan menyirip, tangkai bulat, berambut, panjang 1-2 cm, ungu.
Bunga : Majemuk, bentuk bulir, berkelamin dua, di ketiak daun.kelopak bentuk mangkok, kecil, ungu, benang sari kecil, duduk dalam gelendong sepanjang sumbu bulir, putik bertangkai, putih.mahkota bertaju, ungu, masing-masing terbagi tiga, ungu.
Buah : Kotak, beruang tiga, berambut, merah.
Biji : Bentuk ginjal, hitam.
Akar : Tunggang, coklat.

Khasiat
Daun Acalypha wilkesiana digunakan untuk membersihkan noda-noda pada kulit. Untuk membersihkan noda-noda pada kulit dipakai ± 10 gram daun segar Acalypha wilkesiana, dicuci, ditambah kapur dan gambir sedikit, dilumatkan, kemudian dioleskan pada noda-noda di kulit.

Kandungan kimia
Daun, bunga dan batang Acalypha wilkesiana mengandung saponin, di samping itu daun dan bunganya juga mengandung flavonoida dan tanin dan batangnya juga mengandung polifenol.

Air mancur (Jacobinia carnea (Lindl.) Nichols)

Botani

Sinonim :
Cyrtanthera magnifica Nees ;
Jacobinia magnifica (Ness) Lindau ;
Justicia camea Lindl.
 
Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Acanthales
Suku : Acanthaceae
Marga : Jacobinia
Jenis : Jacobinia carnea (Lindl.) Nichols

Nama umum/dagang : Air mancur

Nama daerah
Jawa : Air mancur (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Perdu, tahunan, tinggi 1-2 m.
Batang : Tegak, berkayu, beruas-ruas, hijau keunguan.
Daun : Tunggal, silang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang 7-25 cm, lebar 2,5-11 cm, hijau kemerahan.
Bunga : Majemuk, bentuk bongkol, berkelamin dua, kelopak bentuk taju, kepala sari bentuk ginjal, mahkota lonjong, panjang ± 0,5 cm, merah keunguan.
Buah : Kotak, bulat, putih kotor.
Biji : Bulat, kecil, putih kotor.
Akar : Tunggang, coklat.

Khasiat
Daun Jacobinia carnea berkhasiat sebagai obat penurun panas. Untuk obat penurun panas dipakai ± 15 gram daun segar Jacobinia carnea, dicuci dan direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggai setengah, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.

Kandungan kimia
Daun dan bunga Jacobinia carnea mengandung saponin dan polifenol, samping itu daunnya juga mengandung flavonoida.

Anuma (Artemisia annua L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Artemisia
Jenis : Artemisia annua L.

Nama umum/dagang : Anuma

Nama daerah
Irian : Anuma (Irian Jaya)
Jawa : Anuma (Jawa)
 
Deskripsi
Habitus : Terna, semusim, tinggi 30-100 cm.
Batang : Tegak, bulat persegi, berwarna hijau kecoklatan.
Daun : Majemuk, bentuk oval, lonjong, panjang 10-18 cm, lebar 6-15 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgir, anak daun bentuk oval, tepi bergerigi, pertulangan daun tegas, warna ungu kehijauan, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, terletak di ujung batang, panjang mencapai 30 cm, kelopak hijau, bentuk bintang, berlekuk 5, mahkota halus mengelilingi cawan bunga tempat benang sari dan putik, diameter 2-3 mm, warna putih gading.
Biji : Bentuk lanset, kecil, berwarna coklat.
Akar : Serabut, berwarna putih kekuningan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di pinggir-pinggir jalan, kebun atau di hutan-hutan. Tumbuh di dataran menengah sampai pegunungan pada ketinggian 800 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juni-September. Waktu panen yang tepat pada bulan April-Mei.

Bagian yang digunakan
Daun, atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Anti-malaria, anti piretik.

Khasiat dan pcmanfaatan
1. Obat demam: daun tanaman anuma segar sebanyak 30-60 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus, dilakukan sehari 2-3 kali.
2. Obat sakit malaria: daun tanaman anuma segar sebanyak 60 gram, dicuci direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama l0 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun atau seluruh bagian tanaman anuma mengandung saponin, flavonoida, polifenol dan minyak atsiri.

Senin, 28 Februari 2011

Anyang-anyang (Elaeocarpus grandiflora J. E. Smith)

Botani

Sinonim : Elaeocarpus lanceolata BL. ; Monocera lanceolata Hassk.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Malvales
Suku : Elaeocarpaceae
Marga : Elaeocarpus
Jenis : Elaeocarpus grandiflora J. E. Smith

Nama umum/dagang : Anyang-anyang

Nama daerah
Jawa : Anyang-anyang (Sunda) Anyang-anyang (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi 15-25 m.
Batang : Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, hijau pucat.
Daun : Tunggal, berseling, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal meruncing, panjang 10-13 cm, lebar 2-3 cm, bertangkai pendek, hijau keunguan, pertulangan menyirip, hijau pucat.
Bunga : Tunggal, di ketiak daun, kelopak berbagi, panjang 5-10 mm, hijau pucat, benang sari silindris, panjang 1-2 cm, putih, kepala sari coklat, tangkai putik silindris, putih, mahkota berbagi, putih.
Buah : Kendaga. bulat telur, berambut keras, hijau.
Biji : Bulat, diameter ± 0,3 cm, coklat.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Buah Elaeocarpus grandiflora berkhasiat untuk pefancar air seni dan daun mudanya berkhasiat sebagai obat sakit borok dan bisul. Untuk pelancar air seni dipakai + 10 gram buah Elaeocarpus grandiflora yang sudah tua, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
 
kandungan kimia
 Daun, buah dan kulit batang Elaeocarpus grandiflora mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daun dan kulit batangnya juga mengandung polifenol dan daun serta buahnya mengandung tanin.

Akasia (Acacia sieberiana DC.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Rosales
Suku : Leguminosae
Marga : Acacia
Jenis : Acacia sieberiana DC.

Nama umum/dagang : Akasia

Nama daerah
Jawa : Akasia (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi 15-20 m.
Batang : Tegak, bulat, putih kotor.
Daun : Majemuk, berhadapan,menyirip, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal tumpul, panjang 5-20 cm.lebar 1-2 cm,pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, berkelamin dua, di ketiak daun, kelopak silindris, benang sari silindris, kepala sari bentuk ginjal, mahkota putih, bentuk seperti kuku, putih.
Buah : Polong, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji : Lonjong, pipih, coklat.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Akar Acacia sieberiana berkhasiat sebagai obat demam dan obat perut mulas. Untuk obat demam dipakai ± 10 gram akar segar Acacia sieberiana, dicuci, dipotong-potong, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Kandungan kimia
Akar, daun dan buah Acacia sieberiana mengandung saponin, di samping itu daun dan buahnya mengandung flavonoida dan buahnya juga mengandung polifenol.

Anyelir (Dianthus superbus L)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Caryophyllales
Suku : Caryophyllaceae
Marga : Dianthus
Jenis : Dianthus superbus L,

Nama umum : Anyelir

Nama daerah
Jawa : Anyelir (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Terna, menahun, tinggi 30-100 cm.
Batang : Bulat, beruas-ruas, licin, permukaan berlilin, hijau kebiruan.
Daun : Tunggal, tersebar, duduk berkarang, tanpa tangkai daun, pangkal memeluk batang, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-10 cm, lebar 5-10 mm, pertulangan sejajar, permukaan licin, tebal, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, terletak di ujung batang atau di ketiak daun, bunga sempuma, berkelamin ganda, dasar kelopak berlekatan membentuk tabung, ujung bergerigi, panjang 2-3 cm, benang sari dan putik tidak tampak, mahkota berlepasan, bentuk asimetris, panjang 3-5 cm, halus, warna merah muda, berbau harum.
Buah : Bentuk elips, kecil, coklat.
Biji : Bentuk elips, kecil, lunak, putih.
Akar : Serabut,berwarna putih kehitaman.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan yang umum dibudidayakan sebagai tanaman hias di kebun-kebun atau pekarangan. Tumbuh baik di daerah pegunungan pada ketinggian 1.000 m sampai 1.800 m di atas permukaan laut. Menyukai tanah yang gembur dan subur dan dapat dipanen sepanjang tahun.

Bagian yang digunakan
Daun dan bunga dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Obat diare, penenang dan anti-radang.

Khasiat dan pemanfaatan
I . Obat diare: daun anyelir segar sebanyak 60 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus. Lakukan pengobatan' sebanyak 3 kali sehari.
2. Obat pusing; bunga anyelir segar sebanyak 10 gram, dicuci dan dipotong kecil-kecil kemudian direndam dalam 200 ml air mendidih seiama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum

Kandungan kimia;
Daun dan bunga anyelir mengandung alkaloida dan saponin, di samping itu bunganya juga mengandung flavonoida dan minyak atsiri.

Apel (Pyrus malus L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Resales
Suku : Rosaceae
Marga : Pyrus
Jenis : Pyrus malus L.

Nama umum : Apel

Nama daerah
Jawa : Apel

Deskripsi
Habitus : Perdu, tinggi 3-5 m.
Batang : Berkayu, buiat, bercabang, putih kehijauan.
Daun : Tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, berbulu, berseling, di ujung cabang, panjang 3-15 cm, lebar 2-6 cm, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ujung cabang, kelopak hijau, berbulu, berbagi lima, benang sari banyak, putih, kepala sari kuning kecoklatan, putik satu, putih kekuningan, putih.
Buah : Buni, bulat, ujung dan pangkal berlekuk, hijau keunguan.
Biji : Kecil, pipih, coklat kehitaman.
Akar : Tunggang, putih kecoklatan.

Khasiat
Buah Pyrus malus berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi. Untuk obat tekanan darah tinggi dipakai ± 50 gram buah segar Pyrus malus, dikukus sampai malang, setelah dingin dimakan sekaligus.

Kandungan kimia
Buah dan daun Pyrus malus mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu buahnya juga mengandung polifenol.

Apel Ijo (Chrysophyllum cainito L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Ebenales
Suku : Sapotaceae
Marga : Chrysophyllum
Jenis : Chrysophyllum cainito L

Nama umum : Apel ijo

Nama daerah
Jawa : Sawo siyem (Sunda) Apel ijo (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggj 15-20 m.
Batang : Tegak, berkayu, permukaan kasar, coklat.
Daun : Tunggal, tersebar, lonjong, tepi rata, ujung runcing atau tumpul, pangkal meruncing, daging daun agak tebal, kaku, mengkilat, pertulangan rnenyirip, panjang 9-14 cm, lebar 3-5 cm, hijau, permukaan lainnya coklat.
Buah : Buni, bulat, mengkilat, hijau keputih-putihan.
Biji : Pipih, panjang ± 1 cm, berkeping dua, masih muda putih setelah tua hitam.
Akar : Tunggang, putih kecoklatan.

Khasiat
Kulit batang Chrysophyllum cainito berkhasiat untuk menguatkan tubuh. Untuk menguatkan tubuh dipakai + 10 gram kulit batang segar Chrysophyllum cainito, dicuci, dipotong-potong, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Kandungan kimia
Kulit batang, daun dan akar Chrysophyllum cainito mengandung flavonoida dan tanin.

Alpukat (Persea gratissima Gaertn.)

Botani

Sinonim : Persea americana Mill.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Ranunculales
Suku : Lauraceae
Marga : Persea
Jenis : Persea gratissima Gaertn.

Nama umum : Alpukat

Nama daerah
Sumatera : Apokad (Melayu)
Jawa : Apuket (Sunda) Plokat (Jawa Tengah)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi ± 10 m.
Batang : Berkayu, bulat, bercabang, coklat kotor.
Daun : Tunggal, bulat telur, bertangkai, letak tersebar, ujung dan pangkal runcing, berbulu, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, hijau.
Bunga : Majernuk, bentuk malai, berkelarnin dua, tumbuh di ujung ranting, benang sari dua belas, ruang kepala sari empat, putih kotor, mahkota berambut,. diameter 1-1,5 cm, putih kekuningan
Buah : Buni, bulat telur, panjang 5-20 cm, berbintik-bintik atau gundul, daging buan jika sudah masak lunak,
hijau atau kuning keunguan.
Biji : Bulat, diameter 2,5-5 cm.keping biji putih kemerahan.
Akar : Tunggang, bulat, coklat.

Khasiat
Buah Persea gratissima berkhasiat sebagai obat sariawan, sedang daunnya berkhasiat sebagai peluruh air seni. Untuk obat sariawan dipakai ± 100 gram buah masak Persea gratissima, diambil daging buahnya dan dimakan.

Kandungan kimia
Buah dan daun Persea gratissima mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, di samping itu buahnya juga mengandung tanin dan daunnya juga mengandung polifenol.

Arbei (Fragaria vesca L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Resales
Suku : Rosaceae
Marga : Fragaria
Jenis : Fragaria vesca L

Nama umum : Arbei

Nama daerah
Jawa : Arben (Sunda) Arbei (Jawa Tengah)

Deskripsi
Habitus : Semak, menjalar, tinggi 15-25 cm.
Batang : Menjalar, beruas-ruas, bulat, berbulu, hijau.
Daun : Majemuk, tangkai panjang 15-25 cm, berbulu, hijau kemerahan, helaian daun bulat, ujung dan pangkal tumpul, tepi beryerigi, pertulangan menyirip, hijau tua.
Bunga : Majemuk, tangkai panjang 25-30 cm, berbulu, hijau kemerahan, kelopak berbagi sepuluh sampar dua belas, hijau, daun mahkota tujuh, bulat, putih, benang sari banyak, tangkai dan kepala sari kuning, putik lonjong, putih, putih kekuningan.
Buah : Buni, lonjong, berambut, diameter 2-4 cm, masih muda hijau setelah tua merah.
Biji : Kecil, keras, masih muda pulih setelah tua hitam.
Akar : Serabut, putih kekuningan.

Khasiat
Buah Fragaria vesca berkfiasiat sebagai obat sariawan. Untuk obat sariawan dipakai ± 10 gram buah segar Fragaria vesca, dicuci, kemudian dimakan sekaligus.

Kandungan kimia
Buah Fragaria vesca mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

Arbenan (Duchesnea indica (Andr.) Focke.)

Botani

Sinonim : Fragaria indica Andr.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Rosales
Suku : Rosaceae
Marga : Duchesnea
Jenis : Duchesnea indica (Andr.) Focke.

Nama umum : Arbenan

Nama daerah
Jawa : Arben leuweung, Arbenan (Sunda); Seladren (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Terna, menahun,tinggi 20-30 cm.
Batang : Batang melata atau merayap di alas tanah berupa stolon yang akan menumbuhkan tunas baru, berwama hijau keunguan alau hijau kemerahan.
Daun : Majemuk, berbagi 3, asimetris, anak daun bentuk oval, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 4-8 cm, lebar 3-6 cm, pertulangan daun menyirip tegas, permukaan berbulu, kasar, warna hijau.
Bnga : Majemuk, bentuk tandan, terletak di ketiak daun, bunga sempurna, berkelamin ganda, dasar kelopak berlekalan, ujung lepas, bentuk segi tiga, tepi bergerigi, berbulu, hijau, bakal buah menumpang, benang sari dan putik jumlah banyak, mahkota berlepasan, 5 helai, panjang 8-13 mm, halus, putih.
Buah : Beri, bentuk bulat telur atau bulat, lunak, diameter 0,5-1 cm, merah.
Biji : Bentuk lanset, kecil, keras, berwama putih.
Akar : Serabut, berwama putih kotor.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di pinggir-pinggir jalan, di tepi sungai atau di tempai-tempat yang sedikit basah dan mendapat cukup sinar matahari. Tumbuh dari dataran menengah sampai pegunungan dari ketinggian 800 m sampai 1.800 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juni-Agustus, pemanenan sebaiknya dilakukan pada musim kernarau.

Bagian yang digunakan
Daun, atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Peniirun panas, anti bakteri, stimulan.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat demam: seluruh bagian tanaman arbenan segar sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih sclama 15 menit, disaring. setelah dingin diminum sekaligus.
2. Obat dipteri; daun arbenan segar sebanyak 10 gram, dicuci bersih dan ditumbuk halus tambahkan sedikit madu kemudian diminum dengan 50 ml air matang yang hangat.

Kandungan kimia :
Seluruh bagian tanaman arbenan mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

Arben hutan (Rubus reflexus Ker.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Rosales
Suku : Rosaceae
Marga : Rubus
Jenis : Rubus reflexus Ker.

Nama umum : Arben hutan

Nama daerah
Jawa : Arben hutan (Sunda); Gucen alas (Jawa).

Deskripsi
Habitus : Terna, memanjat atau merambat, panjang 1-3 m.
Batang : Bulat, berkayu, berduri, coklat kehijauan.
Daun : Tunggal, lersebar, berseling, tangkai silindris, berduri, panjang 3-8 cm, hijau keunguan, helaian daun bentuk oval, ujung runcing, pangkal bertoreh, tepi berlekuk, panjang 5-15 cm, lebar 4-13 cm, pertulangan menjari, permukaan berbulu kasar, sisi atas berwarna hijau, sisi bawah hijau keputihan.
Bunga : Majemuk, di kefiak daun aiau di ujung batang, bentuk malai, kelopak berlepasan, ujung runcing, lima helai, berbulu kasar, panjang 3-8 mm, hijau, benangsari jumlah banyak, putih, bakal buah menumpang, mahkota berlepasan, lima helai, panjang 0,5- 1 cm, halus putih.
Buah : Beri, lunak, bentuk bulat telur, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau setelah tua ungu.
Biji : Bentuk bulat, keras, kecil, putih kelabu.
Akar : Serabut, berwarna kuning kecoklatan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di hutan-hutan, tepi jalan dan semak belukar, pada ketinggian 1.000 m sampai 2.500 m di atas permukaan laut. Berbunga pada musim kemarau dan pengumpulan bahan sebaiknya dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober dan pemanenan dapat dilakukan sepanjarig tahun.

Bagian yang digunakan
Daun, buah, atau akar, dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Anti diare, anti ambaien (haemorrhoid), obat sariawan.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat diare: daun arben hutan sebanyak 30 gram, dicuci bersih, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 rnenit, disaring, setelah dingin diminum sehari 3 kali.
2. Obat ambein (wasir): akar arben hutan scbanyak 15 gram, dicuci bersih, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun dan akar arben hutan mengandung: saponin, flavonoida dan tanin; sedangkan buahnya mengandung vitamin C.

Asparagus (Asparagus officinalis L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Asparagus
Jenis : Asparagus officinalis L.

Nama umum : Asparagus

Nama daerah
Jawa : Asparagus (Sunda) Asparagus (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Semak, menjalar, panjang ± 3 m.
Batang : Silindris, memanjat, membentuk rebung, hijau.
Daun : Majemuk, berseling, tersebar, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, di ketiak daun, benang sari silindris, panjang + 1,5 cm, kepala putik bentuk bintang, putih, mahkota putih kemerahan.
Buah : Kotak, bulat, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji : Bulat, diameter + 5 mm, putih.
Akar : Serabut, putih kotor.

Khasiat
Rebung Asparagus officinalis berkhasiat sebagai obat beri-beri. Untuk obat beri-beri dipakai 10 gram rebung Asparagus officinalis, diirisiris, dicuci dan diseduh dengan 1 gelas air mendidih. Hasil seduhan diminum dan rebungnya dimakan.

Kandungan kimia
Rebung, daun dan buah Asparagus officinalis mengandung saponin, disamping itu rebungnya juga mengandung tanin dan daunnya mengandung polifenol.

Asparagus (Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Asparagus
Jenis : Asparagus cochinchinensis (Lour.} Merr.

Nama umum : Asparagus

Nama daerah
Jawa : Asparagus (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Tema, tahunan, tinggi 20-50 cm.
Batang ; Bulat, licin, berduri, hijau.
Daun : Duduk berkarang, reduksi ranting, bentuk jarum, bersegi, panjang 5-9 mm, pertulangan daun sejajar, hijau.
Bunga : Tunggal, di ketiak daun, benang sari 6, kepala sari bulat, kuning, mahkota 6 helai, kecil,putih.
Buah : Buni, bulat, kecil, masih muda hijau pucat setelah tua ungu.
Biji : Bulat, keras, hitam.
Akar : Serabut membentuk umbi, putih.

Khasiat
Umbi akar Asparagus cochinchinensis berkhasiat sebagai obat batuk dan sebagai pelancar air seni. Untuk obat batuk dipakai akar segar Asparagus cochinchinensis, dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus, sehari dua kali pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun dan umbi akar Asparagus cochinchinensis mengandung saponin dan polifenol.

Asparagus (Asparagus officinalis L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Asparagus
Jenis : Asparagus officinalis L.

Nama umum : Asparagus

Nama daerah
Jawa : Asparagus (Sunda) Asparagus (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Semak, menjalar, panjang ± 3 m.
Batang : Silindris, memanjat, membentuk rebung, hijau.
Daun : Majemuk, berseling, tersebar, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, di ketiak daun, benang sari silindris, panjang + 1,5 cm, kepala putik bentuk bintang, putih, mahkota putih kemerahan.
Buah : Kotak, bulat, masih muda hijau seteiah tua coklat.
Biji : Bulat, diameter + 5 mm, putih.
Akar : Serabut, putih kotor.

Khasiat
Rebung Asparagus officinalis berkhasiat sebagai obat beri-beri. Untuk obat beri-beri dipakai 10 gram rebung Asparagus officinalis, diirisiris, dicuci dan diseduh dengan 1 gelas air mendidih. Hasil seduhan diminum dan rebungnya dimakan.

Kandungan kimia
Rebung, daun dan buah Asparagus officinalis mengandung saponin, disamping itu rebungnya juga mengandung tanin dan daunnya mengandung polifenol.

Narsizzz..... ^_^

You Love Me