Senin, 28 Februari 2011

Asalea (Rhododendron simsii Planch.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Anglos per mac
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Ericales
Suku : Ericaceae
Marga : Rhododendron
Jenis : Rhododendron simsii Planch,

Nama umum : Asalea

Nama daerah
Jawa : Asalea, Saliyah (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Semak menahun, tegak, tinggi 50-100 cm.
Batang : Bulat, percahangan rapat, permukaan kasar, coklat.
Daun : Tunggal, rosel batang, tersebar, langkai pendek, helaian daun bentuk lonjong sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 2-5 cm, lebar 1-2 cm, pertulangan menyirip, permukaan berbulu halus, hijau.
Bungaa : Tunggal, berkelompok, bentuk berkas, tangkai bulat, berbulu, dengan seludang bunga berwarna coklat, panjang 1 -2 cm, warna hijau, kelopak bcrlepasan, 5 helai, ujung runcing, berbulu, hijau, benang sari 6-10, panjang tidak sama, warna orange, dasar mahkota berlekalan, ujung lepas, 5 helai, panjang 5-8 cm, halus, warna orange.
Buah : Kotak, bentuk bulat telur, permukaan berbulu, panjang 0,5-1 cm, coklat.
Biji : Bulat, jumlah banyak, kecil, putih,
Akar : Tunggang, kuning kecoklatan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan yang umumnya dibudidayakan sebagai tanarnan bias dan ornamen taman, dari dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 100 m sampai l.500 m di atas permukaan laut, Tumbuh baik pada tanah yang gembur dan subur dan di tempat yang banyak mendapatkan sinar matahari. Berbunga sepanjang tahun tetapi pemanenan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Bagian yang digunakan
Bunga, daun dan akar dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Obat batuk, obat reuniatik, penghangat badan.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat batuk daun asalea segar sebanyak 60 gram dicuci bersih dan direbus dengan 400 ml air hingga mendidih selama 15 menit atau air rebusan tinggal setengahnya. Dinginkan dan disaring kemudian minum sekaligus, lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore.
2. Obat rcumatik: daun asalea segar sebanyak 10 gram potong-potong kecil, dicuci bersih rebus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan saring, minum sekaligus. Lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore. Hati-hati jangan gunakan dengan takaran rnelebihi dosis yang dianjurkan karena dapat rnenyebabkan keracunan.

Kandungan kimia
Daun asalea mengandung aikaloida, saponin dan tanin, sedangkan bunganya mengandung flavonoid.

Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Resales
Suku : Leguminosae
Marga : Tamaridus
Jenis : Tamarindus indica L

Nama umum : Asam jawa

Nama daerah
Sumatera : Bak mee (Aceh) Acam lagi (Gayo) Asam jawa (Melayu) Cumalagi (Minangkabau)
Jawa : Tangkal asem (Sunda) Wiiasem (Jawa) Acem (Madura)
Bali : Celagi (Bali)
Nusa Tenggara : Bage (Sasak) Mangga (Bima) Kanefo kiu (Timor) Tobi (Solor)
Kalimantan : Asam jawa (Dayak)
Sulawesi : Asang jawi (Gorontalo) Tamalagi (Buol) Saamba lagi (Barros) Comba (Makasar)
Maluku : Sablaki (Tanirnbar) Asam jawa ka (Buru) Asam jawa (Ternate) Tabelaka (Seram)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi ± 25 cm.
Batang : Tegak, berkayu, bulat, permukaan banyak lentisel, percabangan simpodial, coklat muda.
Daun : Majemuk, lonjong, berhadapan, panjang 1-2,5 cm, lebar 0,5-1 cm, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat, pertulangan menyirip, halus, hijau, tangkai panjang ± 0,2 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, tangkai panjang ± 0,6 cm, kuning, kelopak bentuk tabung, hijau kecoklatan, benang sari jumlab banyak, putih, putik putih, mahkota kecil, kuning.
Buah : Polong, panjang + 10 cm, lebar ± 2 cm, hijau kecoklatan.
Biji : Bentuk kotak, pipih, coklat.
Akar : Tunggang, coklat kotor.

Khasiat
Daging buah Tamarindus indica berkhasiat sebagai obat batuk, sariawan jerawat, bisul, borok dan eksim.

Untuk obat batuk dipakai ± 10 gram daging buah Tamarindus indica, dicuci, diseduh dengan 1 gelas air matang panas dan tambahkan gula merah secukupnya, setelah dingin diminum sekaligus.

Kandungan kimia
Daging buah, daun dan batang Tamarindus indica mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

Asem Landa (Pithecollobium dulce (Roxb.) Benth.)

Botani

Sinonim : Mimosa dulcis Roxb. ; Inga dulce Willd.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Resales
Suku : Leguminosae
Marga : Pithecolfobium
Jenis : Pithecollobium dulce (Roxb.) Benth.

Nama umum : Asem landa

Nama daerah
Jawa : Asam karanji (Sunda) Asem landa (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi + 10 m.
Batang : Tegak, bulat, berkayu, berduri, percabangan simpodial, hijau keputih-putihan.
Daun : Majemuk, lonjong, menyirip, duduk berhadapan, panjang + 2,5 cm, lebar ± 1 cm, tepi rata, ujung dan pangkal tumpul, tangkai bulat, panjang ± 1 cm, hijau keunguan.
Bunga : Majemuk, di ujung batang, tangkai bulat, panjang 1-1,5 cm, hijau keputih-putihan, kelopak bentuk terompet, hijau keputih-putihan, benang sari bertangkai bulat, panjang ± 1 cm, jumlah banyak, putih, putik pipih, panjang 0,5-0,8 cm, mahkota lonjong merah.
Buah : Polong, lonjong, hijau keputih-putihan.
Biji : Bulat pipih, hitam.
Akar : Tunggang, putih.

Khasiat
Daun Pithecollobium dulce berkhasiat sebagai obat sariawan. Untuk obat sariawan dipakai ± 2 gram daun muda segar Pithecollobium dulce, dicuci dikunyah-kunyah sampai halus, biarkan 1-2 menit dalam mulut,
kemudian ampasnya dibuang.

Kandungan kimia
Daun, batang dan kulit batang Pithecollobium dulce mengandung saponin dan flavonoida, selain itu batang dan kulit batangnya juga mengandung tanin.

Asam Kranji (Dialium indum L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Suku :Fabaceae
Bangsa : Resales
Marga : Dialium
Jenis : Dialium indum L.

Nama umum : Asam kranji

Nama daerah
Sumatera : Asam keranji (Melayu)
Jawa : Ki ranji (Sunda) Asem kranji (Jawa) Karanjhi (Madura)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi 10-25 m.
Batang ; Tegak, bulat, percabangan simpodial, berduri, putih kotor.
Daun : Majemuk, duduk berseling, menyirip genap, terdiri dari 4 helai daun, lonjong, ujung dan pangkal tumpul, panjang 2-4 cm, lebar 1 - 2 cm, tepi rata, pertulangan menyirip, tipis, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ujung cabang atau di ketiak daun, tangkai silindris, benang sari dan putik halus, kuning, mahkota putih kekuningan.
Buah : Polong, panjang 7-15 cm, masih muda hijau setelah tua merah kehijauan.
Biji : Bulat pipih, memiliki selaput biji berwarna putih, permukaan licin, hitam.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Daging buah Dialium indum berkhasiat sebagai obat sariawan, gusi berdarah dan sakit mencret, sedang rebusan daunnya untuk mencud besi yang berkarat. Untuk obat mencret dipakai + 15 gram daging buah Dialium indum yang sudah cukup masak lalu dimakan selagi masih segar.

Kandungan kimia
Daun dan buah Dialium indum mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

Aseman (Polygonum chinense L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyla
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Polygonales
Suku : Polygonaceae
Marga : Polygonum
Jenis : Polygonum chinense L.

Nama umum : Aseman.

Nama daerah
Jawa : Bungbrum, Titiwuan, Tiwu bungbum (Sunda); Aseraan, dandang (Jawa)
Bali : Udang-udang (Bali)

Deskripsi
Habitus : Terna, memanjat atau merambat, panjang 3-6 m.
Batang : Bulat, licin, beruas-ruas, sedikit berkayu, hijau atau merah kehijauan.
Daun : Tunggal, tersebar, pelepah memeluk batang, dengan daun menumpu, helaian bentuk lonjong sampai lanset, ujung runcitig, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-7 cm, pertulangan menyirip, permukaan berkerut, licin, hijau keunguan.
Bunga : Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, berkefompok, atau di ujung batang, bimga tidak sempurna, berkelamin ganda, benang sari duduk di atas bakal buah, mahkota bentuk bintang, berlepaaan, panjang 3-6 mm, putih.
Buah : Kotak palsu, bulat telur, berusuk 3, kulit lunak, permukaan licin, panjang 5-8 mm, ungu kebiruan.
Biji : Bulat telur, ujung runcing, tajam, kecil, keras, coklat kehitaman.
Akar : Serabut, merah kecoklatan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tanaman liar di hutan-hutan yang lembab dari ketinggian 800 m sampai 3.300 di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Agustus-Novgmber dan dapat dipanen epanjang tahun.

Bagian yang digunakan
Daun dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Anti bakt nyeri lambung. anti racun.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat nyeri lambung : daun aseman segar sebanyak 60 gram, dicuci dan direbus dengan 00 ml sampai mendidih dan air rebusannya tinggal setengah, disaring dan setelah igin diminum sekalligus.
2. Luka gigitan hewan berbisa : daun aseman segar sebanyak 100 gram, dicuci dan ditumbuk halus kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.

Kandungan kimia
Daun aseman mengandung saponin, antrakinon dan glikosida.

Alamanda (Allamanda cathartica L)

Botani

Sinonim : Allamanda hendersoni Bull, ex Domb.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Apocynales
Suku : Apocynaceae
Marga : Allamanda
Jenis : Allamanda cathartica L

Nama umum/dagang : Alamanda

Nama daerah
Jawa : Lame areuy (Sunda) Alamanda (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Perdu, tinggi 4-5 m.
Batang :Berkayu, bulat, berbaring, berbuku-buku, tiap buku terdapat daun yang melingkar, empat sampai lima, bergetah, percabangan monopodial, cabang muda hijau, atas ungu, putih kehijauan.
Daun : Tunggal, lonjong, tepi ratamelipatke bawah, ujung dan pangkal meruncing, panjang 5-16 cm, lebar 2, 5-5 cm, tebal, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, berkelamin dua, di ujung cabang dan ketiakdaun, tangkai silindris, pendek, hijau, kelopak bentuk lanset, permukaan halus, hijau, benang sari tertancap pada mahkota, mahkota berseling pada lekukan, tangkai puiik silindris, kepala putik bercangap dua, kuning, mahkota bentuk terompet atau corong, permukaan rata, kuning.
Buah : Kotak, bulat, diameter + 1,5 cm.
Biji : Bentuk segitiga, masih muda hijau keputih-putihan setelah tua hitam.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Daun Allamanda cathartica berkhasiat untuk penawar keracunan, Untuk penawar keracunan dipakai ±15 gram daun segar Allamanda cathartica, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang satu jam.

Kandungan kimia
Daun Allamanda cathartica mengandung alkaloida, kulit batang dan buahnya mengandung saponin, di samping itu kulit batangnya juga mengandung tanin dan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol.

Ambre (Geranium radula Cavan.)

Botani

Sinonim : Pelargonium odoratissimum Hort.; P. Roseum Hort.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Geraniales
Suku : Geraniaceae
Marga : Geranium
Jenis : Geranium radula Cavan.
 
Nama umum/dagang: Ambre

Nama daerah
Sumatera : Daun ambre (Melayu)
Jawa : Ambre (Jawa Tengah)

Deskripsi
Habitus : Perdu, linggi ± 1,5 m.
Batang : Berkayu, bulat, permukaan kasar, berbulu, masih muda hijau setelah tua coklat.
Daun : Tunggal, tangkai 5-12 cm, berambut kasar, tepi bergerigi, ujung tumpul, pangkal berlekuk, berambut, pertulangan menyirip, panjang ± 13 cm, lebar ± 9 cm, hijau muda, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk payung, tangkai panjang 5-12 cm, kelopak lepas terdiri dari 5 helai, daun mahkota lima, bulat telur, panjang 1 - 1,5 cm, lebar 5-7 mm, benang sari sepuluh, pangkal berlekatan, bakal buah 5 ruang, merah muda.
Buah : Buni, kerucut, panjang 5-6 mm, hijau.
Biji : Kecil, putih.
Akar : Tunggang, coklat muda.

Khasiat
Daun Geranium radula berkhasiat sebagai obat rematik dan bahan baku kosmetika. Untuk obat rematik dipakai ± 15 gram daun segar Geranium radula, ditumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit.

Kandungan kimia
Daun Geranium radula mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.di samping minyak atsiri

Andong (Cordyline fruticosa (L) A. Chev.)

Botani

Sinonim : Cordyline sieberi Kunth.; C. terminalis Kunth.; Colodracon jacquinii Planch.; C. terminalis Planch.; Dracaena terminalis L.; Taestsia fruticosa Merr.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Cordyline
Jenis : Cordyline fruticosa (L) A. Chev.

Nama umum/dagang : Andong

Nama daerah
Sumatera : Bak juang (Aceh) Linjuang (Batak) Tumjuang (Palernbang)
Jawa : Hanjuang (Sunda) Andong fJawa Tengah) Kayu urip (Madura) Andong (Jakarta)
Bali : Endong
Kalimantan : Renjuang (Dayak)
Nusa Tenggara : Endong
Sulawesi : Tabango (Gorontalo) Palili (Makasar) Panjureng (Bugis)
Maluku : Weluga (Ambon)

Deskripsi
Habitus : Pohon, tinggi ± 10 m.
Batang : Bulat, keras, bekas dudukan daun nampak jelas, bercabang, putih kotor.
Daun : Tunggal, menempel pada batang, pangkal dan ujung runcing, tepi rata, panjagn 20-60 cm, lebar 10-13 cm, pelepah 5-10 cm, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, tangkai panjang, bulat, bercabang, daun pelindung panjang ± 1,4 cm, ujung runcing, kelopak berlaju, mahkota terdiri dari 6 daun mahkota, benangsari bertaju, menempel pada tenda bunga, tangkai putih, putik putih, kepala putik bertaju tiga, ungu.
Buah : Buni, bulat, merah mengkilat.
Biji : Hitam mengkilat.
Akar : Serabut, putih kekuningan.

Khasiat
Daun Cordyline fruticosa berkhasiat sebagai obat luka dan obat wasir. Untuk obat luka dipakai ± 10 gram daun segar Cordyline fruticosa dicuci, ditambah ± 1 gram garam, ditumbuk sampai halus, ditempelkan pada luka dan dibaiut.

Kandungan kimia
Daun Cordyline fruticosa rnengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

Alang-alang (Imperata cylindrica Beauv.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Poales
Suku : Gramineae
Marga : Imperata
Jenis : Imperata cylindrica Beauv.

Nama umum/dagang : Alang-alang

Nama daerah
Sumatera : Rih (Batak) Alalang (Minangkabau) Lioh (Lampung) Neleleng laku (Aceh)
Jawa : Ki Eurih (Sunda) Alang-alang (Jawa) Lalang (Madura)
Bali : Ambengan
Nusa Tenggara : Re (Sasak) Re (Sumbawa) Atindalo (Bima) Witu (Sumba) Rii (Flores)
Kalimantan : Halalang
Irian : Kalepip (Kalana)

Deskripsi
Habitus : Semak, menahun, tinggi 1-1,5 m.
Batang : Lunak, bulat, pendek, beruas-ruas, pada tiap buku terdapat rambut, putih keunguan.
Daun : Tunggal, lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal menyempit, panjang ± 1 m, lebar ± 1,5 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, panjang 16-30 cm, benang sari dua, kepala sari putih alau ungu, tangkai putik dua, kepala putik panjang, putih keunguan.
Buah : Buni, bulat telur, berbulu, kuning.
Biji : Bulat, coklat.
Akar : Serabut, putih kotor.

Khasiat
Imperata cylindrica berkhasiat untuk peluruh air seni. Untuk peluruh air seni dipakai ± 10 gram akar segar Imperata cylindrica, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air, hingga airnya tinggal 1 gelas, kernudian disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan kimia
Akar Imperata cylindrica mengandung saponin dan tanin, sedangkan daunnya mengandung polifenol.

Amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Piperales
Suku : Saururaceae
Marga : Houttuynia
Jenis : Houttuynia cordata Thunb.

Nama umum : Amis-amisan

Nama daerah
Jawa : Amis-amisan (Jawa Tengah)

Deskripsi
Habitus : Terna, rnenahun, melata atau tegak, tinggi 20-90 cm.
Batang : Bulat, bergerigi, beruas-ruas, dari ruas yang menempel tanah keluar akar, warna hijau keunguan.
Daun : Tunggal, dengan daun penumpu berbentuk segitiga, tangkai silindris, panjang 4-7 cm, bentuk jantung, ujung runcing, pangkal bertoreh membulat, pertulangan bentuk jala, permukaan kasar, warna hijau atau hijau keunguan.
Bunga : Tunggal, di ketiak daun atau di ujung cabang, berkelamin ganda, tanpa kelopak bunga, benangsari dan putik banyak, tersusun dalam bongkol, benangsari 3, kepala sari bersusun 3, putik 3, bentuk jarum, putih, mahkota berlepasan, 4 helai, bentuk oval, ujung membulat, pangkal runcing, panjang 0,5-1 cm, halus putih.
Buah : Bulat telur, lurus, panjang 2-3 mm, hijau.
Biji : Bulat, kecil, hitam.
Akar : Serabut, coklat kotor.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di tepi-tepi rawa, hutan-hutan basah atau di tepi sungai, pada ketinggian 100 m sampai 900 m di atas permukaan laut. Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir yang ringan sampai tanah berat berliat. Berbunga pada bulan Juni-September. Waktu panen yang tepat bulan September-November.

Bagian yang digunakan
Daun, atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Anti-asma. anti-bakteri dan anti-radang.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat asma: seluruh bagian tanaman amis-amisan separ sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 rnenit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus. dilakukan sehari 2-3 kali.
2. Obat pilek: daun amis-amisan segar sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 rnenit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun dan batang amis-amisan mengandung saponin, kardenolin dan polifenol.

Anggrek Bongko (Pholidola chinensis Lindl.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Orchidales
Suku : Orchidaceae
Marga : Pholidota
Jenis : Pholidola chinensis Lindl.

Nama umum/dagang : Anggrek bongko

Nama daerah
Jawa : Angrek merpati, Anggrek bongkol (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Terna, epifit, tinggi, tahunan, tinggi 20-40 cm.
Batang : Bulat, alau bulat telur, diameter 2-5 cm, panjang 5-8 cm, berair atau sukulen, licin, hijau.
Daun : Tunggal, tangkai pendek, berseling, helaian daun bentuk lanset atau lonjong, panjang 10-20 cm, lebar 4-8 cm, ujung meruncing, pangkal rimcing, tepi rata, pertulangan sejajar melengkung, permukaan licin, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk bulir, di ketiak daun, kelopak bentuk oval, ujung runcing, panjang 1-2 cm, coklat, kelopak lepas, 5 helai, bentuk tidak sama, putih.
Buah : Kotak, bentuk kapsul, permukaan berusuk, panjang 2-3 cm, hijau.
Biji : Bulat, kecil, jumlah sangat banyak, halus, coklat.
Akar : Serabut, berwarna coklat kehijauan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di hutan-hutan, tumbuh pada batu-batuan berlumut atau batang pohon mati yang basah, kadang-kadang dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tumbuh baik di tempat yang terlindung dan lembab, pada ketinggian 800 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Maret, pemanenan dapat dilakukan sepanjang tahun.

Bagian yang digunakan
Seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Obat batuk kering (antitusif), anti radang.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat batuk kering: batang anggrek bongkol sebanyak 50 gram ditumbuk halus dan diperas airnya, disaring, dan diminum sekaligus. Lakukan pengobatan 3 kali sehari, pagi, siang dan sort; hari sesudah makan.
2. Obat rematik: seluruh bagian tanaman anggrek bongkol sebanyak 60 gram, cud bersih, direbus dalam 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit. Ilasil rebusan setelah dingin disaring, diminum sekaligus. Pengobatan dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan kimia
Seluruh bagian tanaman anggrek bongkol mengandung kardenolin, flavonoid dan polifenol.

Anggrek Tanah (Spathoglottis plicata Bl.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Compositae
Marga : Spathoglottis
Jenis : Spathoglottis plicata Bl.

Nama umum/dagang : Anggrek tanah

Nama daerah
Jawa : Anggrek congkok (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Semak, semusim, tinggi ± 60 cm.
Batang : Tegak, bulat, lunak, berbulu, batang di dalam tanah, membentuk umbi, hijau.
Daun : Tunggal, lonjong, berseling, panjang 5-8 cm, lebar 0,5-1 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, di ujung batang, tangkai silindris, panjang ± 40 cm, hijau, benang sari bentuk khas, kuning berbintik coklat, serbuk sari kuning, putik bertangkai pendek, coklat, mahkota lonjong, halus, jumlah lima, ungu.
Buah :Kotak, lonjong, panjang + 5 cm, kuning pucat.
Biji : Bulat, kecil, putih kehitaman.
Akar : Serabut, coklat keputih-putihan.

Khasiat
Umbi Spathoglottis plicata berkhasiat sebagai obat radang telinga. Untuk obat radang tellnga dipakai umbi segar Spathoglottis plicata, dicuci lalu ditumbuk hingga lumat dan peras. Hasil perasan diteteskan pada telinga yang sakit.

Kandungan kimia
Umbi, daun dan akar Spathoglottis plicata mengandung polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung saponin.

Anggrek Kupu (Arundina chinensis Bl.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Orchidales
Suku : Orchidaceae
Marga : Arundina
Jenis : Arundina chinensis Bl.

Nama umum : Anggrek kupu

Nama daerah
Jawa : Anggrek kupu (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Terna, menahun, merumpun, tinggi 30-100 cm.
Batang : Bulat, beralur, beruas-ruas, licin , hijau atau hijau kecoklatan.
Daun : Tunggal, berseling, pelepah memeluk batang, helaian daun bentuk pita, ujung runcing, tepi rata, panjang 15-25 cm, lebar 1-3 cm, pertulangan sejajar, permukaan kasar, kaku, hijau.
Bunga : Majemuk, di ujung batang, bentuk malai, dengan daun penumpu berbentuk segitiga, kelopak menyerupai selaput, berwarna coklat, mahkota 5 helai, 4 helai bentuk lanset, ujung runcing, panjang 3-5 cm, warna putih, mahkota di tengah bentuk menyerupai terompet, ujung bergelombang, warna ungu muda, bagian dalam ungu tua.
Buah : Kotak: bentuk kapsul, berusuk, panjang 3-5 cm, ujung dengan bekas pelekatan mahkota, hijau.
Biji : Berupa serbuk halus berwama coklat.
Akar : Serabut, warna coklat kekuningan.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di lereng-lereng bukit, di hutan-hutan sekunder atau kadang dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tumbuh baik pada berbagai jenis tanah dan menyukai tempat-tempat yang sedikit ternaungi, dapal dltemukan pada ketinggian 400 m sampai 800 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juli-Desember dan pengumpulan bahan dapat dilakukan sepanjang tahun.

Bagian yang digunakan
Daun atau bagian tanarnan dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Peluruhan seni dan anti radang.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat infeksi saluran kemih : daun anggrek kupu segar scbanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus sehari sekali dan sebaiknya diminum pada pagi hari.
2. Obal radang hati : daun dan batang anggrek kupu segar sebanyak 60 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 10 inenit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun dan batang anggrek kupu mengandung saponin, kardenolin, flavonoid dan polifenol.

Anggrek Tanah (Phaius tankervilliae (Ait.) BL)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyedoneae
Bangsa : Orchidales
Suku : Orchidaceae
Marga : Phaius
Jenis : Phaius tankervilliae (Ait.) BL

Nama umum/dagang : Anggrek tanah

Nama daerah
Jawa : Anggrek tanah (Jawa)

Deskripsi
Habitus : Tema, menahun, tegak, tinggi 50-100 cm.
Batang : Semu, merupakan pelekatan pelepah daun, hijau.
Daun : Tunggal, berseling, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 30-70 cm, lebar 10-15 cm, pertulangan sejajar, permukaan berkerut, hijau.
Bunga : Majemuk, di ketiak daun, tangkai bulat, panjang 50-100 cm, hijau, kelopak 5 helai, berlepasan, bentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing, tebal, panjang 7-10 cm, lebar 1-1,5 cm, putih, mahkota 4 helai, asimetris, bagian bawah membentuk tabung, kuning coklat.
Buah : Kotak, bentuk kapsul, tepi berusuk, permukaan licin, panjang 3-5 cm, hijau.
Biji : Bulat, kecil, jumlah banyak, halus, coklat.
Akar : Serabut, berwarna putih kotor.

Ekologi dan penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di hutan-hutan, tempat-tempat yang lembab atau kadang dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tumbuh di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus pada ketinggian 800 m sampai 1.800 m di atas permukaan laut. Pernbungaan dimulai pada bulan Juni dan panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Bagian yang digunakan
Umbi dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan
Obat batuk, memperlancar peredaran darah haemostatik.

Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat batuk: 30 gram umbi anggrek tanah segar, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai air rebusan tinggal setengahnya, setelah dingin diminum. Tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil.
2. Obat bengkak: 30 gram umbi anggrek tanah segar ditumbuk.halus, tempelkan pada bagian yang sakil dibalut dengan kain bersih.

Kandungan kimia
Umbi anggrek tanah mengandung saponin, kardenolin, polifenol dan antrakinon.

Awar-awar (Ficus septica Burm. f.)

Botani

Sinonim : Ficus leucantatoma Poir.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae
Marga : Ficus
Jenis : Ficus septica Burm. f.

Nama umum : Awar-awar

Nama daerah
Jawa : Kiciyat (Sunda) Awar-awar (Jawa Tengah) Barabar (Madura)
Bali : Awak-awak
Sulawesi : Loloyan(Minahasa) Tobo-tobo (Makasar) Dansalo (Bugis)
Maluku : Babu lutu (Halmahera) Tagatalo (Ternate) Awar-awar (Ambon)

Deskripsi
Habitus : Perdu, tegak, tinggi ± 6 m.
Batang : Bulat, berongga, bercabang, bergetah, coklat muda.
Daun : Tunggal, berseling atau berhadapan, bulat telur, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 10-30 cm, lebar 6-16 cm, permukaan alas mengkilat, pertulangan menyirip, tangkai panjang 2-5 cm, hijau keputih-putihan, hijau.
Bunga : Majemuk, pada batang dan ranting, kelopak dan mahkota kecil, hijau keputih-pulihan.
Buah : Buni, bulat, tangkai pendek, diameter ± 2 cm, masih muda hijau setelah tua hitam.
Biji : Kecil, keras, coklat .
Akar : Tunggang, putih kecoklatan.

Khasiat
Daun Ficus septica berkhasiat sebagai obat bisul, obat luka. obat borok dan penawar racun binatang berbisa. Akarnya berkhasiat sebagai obat sesak nafas. Untuk obat bisul dipakai ± 5 gram daun segar Ficus septica, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul.

Kandungan kimia
Daun, buah dan akar Ficus septica mengandung saponin dan flavonoida, disamping itu buahnya juga mengandung alkaloida dan tanin, akarnya juga mengandung polifenol.

Minggu, 27 Februari 2011

Anggur (Vitis vinifera L.)

Botani

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Rhamnales
Suku : Vitaceae
Marga : Vitis
Jenis : Vitis vinifera L.

Nama umum/dagang : Anggur

Nama daerah
Sumatera : Jabib (Aceh) Agu (Nias) Buwah anggur (Melayu)
Jawa : Anggur (Jawa)
Nusa Tenggara : Atar (Floras) Kuku-aek (Roti)

Deskripsi
Habitus : Semak, menjalar, tahunan, tinggi + 8 m.
Batang : Tegak, silindris, berkayu, coklat kehijauan.
Daun : Tunggal, lonjong, berseling, tepi bergigi, berambut, panjang 10-16 cm, lebar 5-8 cm, bertangkai coklat, panjang ± 10 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, berhadapan, kelopak bentuk mangkok, ujung rompang, mahkota lima, panjang ± 2 mm, ujung berlekatan, hijau.
Buah : Buni, bulat, hitam.
Biji : Lonjong, coklat muda.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Daun Vitis vinifera berkhasiat sebagai peluruh air seni, obat syphilis, kudis, sakit kepala, dan radang tenggorokan. Untuk peluruh air seni dipakai ± 15 gram daun segar Vitis vinifera, dicuci, direbus dengan 2 gelas air selarna 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali, pagi dan sore.

Kandungan kimia
Daun dan buah Vitis vinifera mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

Anggur Laut (Coccoloba uvifera L.)

Botani

Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Sudivivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Polygonales
Suku : Polygonaceae
Marga :Coccoloba
Jenis : Coccoloba uvifera L.

Nama umum/dagang : Anggur laut

Nama daerah
Jawa : Anggur laut (Jawa)

Deskripsi 

Habitus : Perdu, tinggi 2-4 m.
Batang : Tegak, bulat, percabangan simpodial, beruas-ruas, putih kecoklatan.
daun : Tunggal, berseling, bulat, tepi rata, ujung dan pangkal membulat, panjang 10-20 cm, lebar 15-25 cm, bertangkai pendek, permukaan licin, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk bulir, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang 10-20 cm, hijau, kelopak bentuk piala, hijau, benang sari panjang ± 5 mm, putih, tangkai putik pipih, kepala putik bulat, kuning mahkota lonjong, putih.
Buah : Buni, bulat telur, diameter 1 -2 cm, hijau kekuningan.
Biji : Bulat, diameter 5-8 mm, keras, hitam.
Akar : Tunggang, putih kotor.

Khasiat
Kulit batang dan buah Coccoloba uvifera berkhasrat sebagai Obat mencret dan obat batuk. Untuk obat diare dipakai + 10 gram buah Coccoloba uvifera yang masih muda, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan kimia
Daun, buah dan kulit batang Coccoloba uvifera mengandung saponin, flavonoida dan tanin, dt samping itu kulit batangnya juga mengandung antrakinon.

Jumat, 25 Februari 2011

hohooo.,., gx nyesal deh trnyta aku pilih "Farmasi"

(◦^⌣').('⌣^◦)
Klo dilihat dari lapangan kerja ke depannya yah:
Farmasi bisa kerja di bidang industri obat dan makanan, rumah sakit, apotek, industri obat herbal, di BPOM, di bagian bioteknologi (vaksin dkk), bisa jadi dosen, scientist murni, konsultan dan banyak lagi.

untuk yang mau bergerak di bidang farmasi industri, bisa bekerja di bagian formulasi obat (tablet, sediaan cair, sediaan injeksi dkk ), quality control, quality assurance, bioekivalensi obat, gitu2 deh. Contoh perusahaan yang terkenal yang ada di indonesia: kalbe farma, kimia farma, bayer, pfizer, novartix, glaxo, novell, soho, abbott, dll.
Terus, sarjana farmasi + apoteker, klo di industri, jenjang karirnya mulai dari tengah ke atas. Jadi, gak mulai dari bawah-bawah amat. Gaji dan sebagainya tergantung perusahaan nya gan.

Klo tertariknya dengan farmasi obat herbal, bisa kerja di perusahaan2 jamu sperti sido muncul, nyonya menir, jamu borobudur, gitu2. Sekitar 5 thun ke depan, kabarnya c, farmsi obat herbal ini lagi berkembang2nya.

Klo tertariknya farmasi klinik, agan bisa kerjanya di rumah sakit-rumah sakit, apotek2, sebagai apoteker atau sebagai konsultan obat gitu. Atau bisa kerja di klinik2 kesehatan sperti Prodia, Pramita, dll.

Klo tertarik di bidang bioteknologi, farmasi juga dibutuhkan dalam pengembangan vaksin dan produk peningkat imunitas lainnya. Bisa kerja di biofarma, biotekindo, bahkan bisa ke WHo..

Klo tertariknya kerja di pemerintahan, lulusan farmasi sebagian besar ditampung di BPOM atau Departemen Kesehatan..

Klo tertariknya di research2 gitu/scientist, bisa kerja di pusat2 research, misalnya pengembangan stem cell cancer. gitu2.. dan perusahaan2 itu udah ada di indonesia semua kok..

Atw, bisa juga kerja di industri alat-alat biomedikal gitu.. Di industri2 yang bikin alat2 yang dibuthkan ma orang2 farmasi/alat2 kedokteran gitu.. hehe.

Terakhir, bisa jadi dosen deh.. ^_^. Dosen bidang farmakologi, farmasetik, farmakokimia atau bahan alam. Semuanya oke..

Jadi, yah menurutku c, farmasi lingkup kerjanya luas. Dah gitu, bisa dsedikit banyak sambil ngabdi ke masyarakat..
Sukses gaknya, tergantung semangat n usaha kita masing2 gan..

Semoga membantu..  


satu lagi yang jarang orang tau tentang bidang farmasi..
bahkan alat kosmetik yang marak dipakai ma cewe2 tuh produk farmasi loh!


 

Kamis, 24 Februari 2011

APA BEDA ISTILAH OBAT PATEN DAN GENERIK


Apotik mania, pada postingan yang lalu saya pernah menjelaskan 5 istilah penting apotik dan farmasi, nah pada postingan kali ini istilah-istilah tersebut akan saya tambahkan berhubung ada beberapa permintaan dari apotik mania. Berikut ini yang saya tambahkan adalah istilah-istilah yang terkait dengan obat :
  • Obat Paten adalah obat yang masih memiliki hak paten, biasanya selama 20 tahun, setelah 20 tahun baru boleh di produksi oleh perusahaan lain
  • Obat Generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang telah di tetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya
  • Obat Generik Bermerek/bernama dagang adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan nama milik produsen obat yang bersangkutan
  • Obat Essensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan tercantum dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
Nah apotik mania, untuk postingan kali ini cukup tambahan beberapa istilah di atas. Kalau ada yang ingin menambahkan saya sangat senang sekali. Semoga artikel ini selalu bermanfaat buat kita semua. Salam sehat !

5 ISTILAH PENTING APOTIK DAN KEFARMASIAN


Apotik mania yang berbahagia…
postingan saya kali ingin mengajak kita kepada hal yang paling mendasar 
yaitu istilah-istilah penting apotik dan farmasi 

Sebenarnya banyak sekali istilah-istilah penting apotik dan farmasi, tetapi secara ringkas akan saya sajikan 5 istilah penting saja yang sering kita dengar atau baca yaitu :

1. Perbekalan Kesehatan

Perbekalan kesehatan merupakan semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan

2. Alat Kesehatan

Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

3. Sediaan Farmasi

Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika.

4. Obat

Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.

5. Obat Tradisional

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat

Demikianlah apotik mania, semoga pemahaman kita semakin bertambah dan semoga bermanfaat. sukses!

Narsizzz..... ^_^

You Love Me