Minggu, 13 Mei 2012

Faktor-Faktor Farmasetik yang Mempengaruhi Pemberian Obat Secara Parenteral


Beberapa karakteristik farmasetik mempengaruhi metoda,rute pemberian, kecepatan dan ketercapaian ketersediaan hayati obat-obat yang diberikan secara parenteral. 

Faktor-faktor itu antara lain kelarutan obat dan volume injeksi; karakteristik pembawa; pH dan osmolalitas larutan injeksi, bentuk sediaan injeksi dan komponen formulasi.

Kelarutan Obat dan Volume Injeksi

Pada pemberian secara intravena, obat-obat harus sepenuhnya dalam keadaan terlarut dalam pembawa (dan lebih disukai pembawa yang digunakan adalah air). Kelarutan obat dalam pembawa yang digunakan dan dosis yang diperlukan akan menentukan volume injeksi intravena. Untuk rute injeksi selain intravena seperti intramuskular, intradermal, subkutan, intraokular, intraventrikular, intratekal, ada volume maksimum yang dapat diberikan. Untuk rute intramuskular sediaan injeksi dapat berupa suspensi atau larutan dalam pembawa non air.

Karakteristik Pembawa

Pembawa air dapat digunakan untuk sediaan injeksi melalui berbagai rute pemberian, sedangkan injeksi dalam pembawa non air (yang bercampur atau tidak bercampur dengan air) hanya digunakan terutama untuk rute injeksi intramuskular. Injeksi dengan rute pemberian intravena dapat diformulasikan dengan menggunakan pelarut campur (misalnya untuk formula injeksi mengandung diazepam, digoxin dan fenitoin), dengan catatan kecepatan pemberian infus harus tetap diperhatikan agar tidak terjadi pengendapan obat di lokasi pemberian. Emulsi lemak dapat juga diberikan secara intravena (dengan catatan emulsinya harus berupa emulsi mikro). Pembawa non air yang lebih kental dari air akan mempengaruhi kecepatan injeksi melalui jarum dan kecepatan absorpsi di lokasi injeksi.


pH dan Osmolalitas Larutan Injeksi

Idealnya sediaan injeksi adalah isohidri dan isotoni dengan cairan biologis, sayangnya hal ini seringkali tidak dapat dicapai karena beberapa sebab, misalnya banyak obat-obat yang tidak stabil pada pH netral (pH cairan biologis). Karena itu banyak obat diformulasikan dalam bentuk sediaan injeksi pada pH stabilitasnya yang tidak sama dengan pH cairan biologis. Sebagai contoh diazoxide (turunan benzotiadiazin non diuretik) diformulasikan sebagai sediaan injeksi pada pH stabilitasnya yaitu 11,6. Banyak senyawa obat yang merupakan basa lemah banyak diformulasikan sebagai sediaan injeksi dalam bentuk garamnya (misalnya tetrasiklin HCl) pada pH stabilitasnya yaitu sekitar 2,0. Atau senyawa obat yang merupakan asam lemah banyak diformulasikan sebagai sediaan injeksi dalam bentuk garamnya (misalnya Dilantin®) pada pH stabilitasnya yaitu sekitar 12,0. Sediaan injeksi dengan pH ekstrem (berbeda jauh dari pH cairan biologis) harus diinjeksikan dengan kecepatan yang terkontrol untuk menghindari terjadinya nyeri dan iritasi pada pasien serta terjadinya kerusakan jaringan di sekitar lokasi penyuntikan.

Beberapa formulasi sediaan injeksi merupakan sediaan yang hiperosmotik atau hipertoni dibandingkan dengan cairan biologis dengan tujuan untuk mencapai ketersediaan hayati yang diinginkan. Sebagai contoh adalah golongan anestetik spinal, diaxozide dan golongan diuretik osmotik, dan obat tetes mata sulfasetamide. Produk nutrisi parenteral mengandung asam amino dan dekstrosa dengan konsentrasi tinggi sehingga hipertoni. Larutan ini disebut larutan hiperalimentasi dan harus diberikan melalui vena yang besar seperti vena subclavian. Darah dari vena ini langsung menuju jantung sehingga larutan yang hipertoni itu langsung diencerkan dengan volume darah yang besar.

Pada umumnya sediaan yang hipertoni merupakan kontarindikasi untuk rute pemberian intramuskular dan subkutan. Karena pada lokasi penyuntikan tersebut, tidak banyak cairan biologis yang tersedia untuk mengencerkan larutan hipertoni itu sehingga hal ini dapat menimbulkan rasa sakit dan kerusakan jaringan di sekitar tempat penyuntikan.

Bentuk Sediaan Injeksi

Bentuk sediaan parenteral berupa larutan sejati, suspensi atau padatan steril untuk direkonstitusi dengan pembawa steril. Bentuk sediaan suspensi hanya dapat digunakan melalui rute intramuskular dan subkutan. Tidak boleh ada partikel sedikitpun pada sediaan yang diberikan secara intravena, atau rute parenteral lain yang obatnya langsung cairan biologis atau jaringan yang sensitif (misal otak atau mata), sehingga untuk rute-rute tersebut bentuk sediaannya harus berupa larutan sejati. Padatan steril sebelum digunakan harus dilarutkan dahulu dalam pembawa steril sebelum digunakan. Formulasi ini seringkali berhubungan dengan stabilitas bahan aktif obat dalam bventuk terlarut. Karena itu pelarutan bahan aktif obat dilakukan sesaat sebelum penyuntikan dilakukan.

Komponen Formulasi

Komponen formulasi sediaan parenteral antara lain meliputi bahan aktif obat, pembawa, pendapar, pengisotoni, antioksidan, surfaktan, pengikat logam (chelating agents) dan pengawet. Komponen pengawet terutama digunakan untuk sediaan dosis ganda atau multidose. Pengawet tidak boleh diberikan pada sediaan injeksi untuk rute melalui cairan cerebrospinal atau cairan intraokular karena dapat menimbulkan toksisitas. Surfaktan kadang dimasukkan dalam formulasi untuk meningkatkan kelarutan bahan aktif, tapi harus diingat surfaktan dapat juga mengubah permeabilitas membran, oleh karena itu sebaiknya surfaktan digunakan dengan hati-hati pada sediaan yang ditujukan untuk rute intramuskular dan subkutan.

Untuk sediaan pelepasan lambat atau terkontrol seringkali ditambahkan eksipien berupa pelarut minyak atau polimer dengan berat molekul yang tinggi. Sediaan pelepasan lambat ini seringkali ditujukan untuk rute subkutan atau intramuskular.

...........................
untuk posting ini aku ngintip buku Pharmaceutical Dosage Forms: Parenteral Medications, Volume I, yang diedit oleh Kenneth A. Avis, Leon Lachman dan Herbert A. Lieberman, Marcel Dekker, Inc., New York, 1984, halaman 14-16. 

Sabtu, 12 Mei 2012

KAITAN FORMULASI DENGAN PARAMETER KUALITAS OBAT


Yang Termasuk Parameter Kualitas Obat, antara lain:
  1. Keamanan (Safety)
  2. Kemanjuran (Efficacy)
  3. Kestabilan (Durability)
  4. Keajegan / Ketersediaan di pasaran (Reliability)
  5. Kemudahan penggunaan (Easybility)
  6. Kenyamanan pemakaian (Comfortability)


1. KAITAN FORMULASI DENGAN KEAMANAN (Safety):

Pada dasarnya senyawa-senyawa obat adalah racun. Efek racun obat dapat muncul disebabkan oleh dosis yang berlebih, atau dosis yang kurang (dalam kasus resistensi antibiotika), hasil metabolit obat dalam tubuh (akibat rute pemberian yang digunakan), hasil interaksi zat aktif obat dengan eksipien atau efek racun yang muncul akibat ketidakstabilan bahan aktif obat selama proses pembuatan.
Dalam formulasi dosis harus dihitung dengan cermat. Dosis dalam satuan sediaan harus mempertimbangkan dosis bahan baku zat aktif obat, rentang berat satuan sediaan (misal rentang berat tablet 500 mg  5%). Tujuannya adalah agar diperoleh dosis yang tepat, tidak berlebih (berbahaya pada obat dengn jendela terapi yang sempit) dan juga tidak kurang (resiko resistensi pada antibiotik). Kepentingan penghitungan dosis juga terlihat pada saat memformulasikan sediaan sustained/controlled release. Dosis satuannya harus dihitung berdasarkan dosis awal dan dosis pemeliharaan serta rentang waktu pemberian dosis berikutnya.
Dalam memformulasikan sediaan obat harus dipertimbangkan juga adanya hasil metabolit yang toksik yang terjadi akibat rute pemberian yang digunakan. Misalkan pada rute pemberian secara oral suatu obat diuraikan oleh enzim pencernaan menjadi metabolit yang toksik, maka seharusnya obat tersebut tidak diformulasikan untuk pemakaian oral, tetapi melalui rute lain bila memungkinkan.
Interaksi bahan aktif obat dengan eksipien yang digunakan dalam pembuatan sediaan yang menghasilkan efek toksik juga harus menjadi pertimbangan dalam memformulasikan suatu sediaan karena hal ini menyangkut keamanan pemakai.
Faktor ancaman terhadap keamanan pemakai obat yang berhubungan dengan proses pembuatan misalnya adalah pada pencetakan tablet suatu antibiotik yang merupakan polimorf, dimana bentuk kristal yang tidak aktif farmakologis dapat muncul selama pencetakan tablet. Hal ini mengurangi aktivitas farmakologi antibiotik tersebut yang kemungkinan dapat memicu terjadinya resistensi. Apalagi bila akibat pencetakan yang terjdi adalah bentuk kristal yang aktif farmakologis tapi toksik.Untuk itu sebaiknya antibiotika tersebut tidak diformulasikan menjadi bentuk tablet melainkan dapat diganti menjadi kapsul.
Contoh lain kaitan formulasi dengan keamanan adalah larutan injeksi harus dibuat isotoni dan bebas pirogen. Bila larutan hipotoni harus ditambahkan zat pengisotoni, dan agar bebas pirogen dilakukan sterilisasi dengan metoda yang sesuai.
Obat tetes mata yang ‘multiple dose’ pada formulasinya harus dimasukkan komponen pengawet, karena penggunaan ‘multiple dose’ selama penyimpanan kemungkinan terkontaminasi bakteri, sehingga bila diteteskan ke mata akan menyebabkan infeksi, jadi harus ditambahkan pengawet yang sesuai.

2. KAITAN FORMULASI DENGAN KEMANJURAN (Efficacy):

Obat secara umum ditujukan untuk mengobati penyakit atau mengatasi kelainan fisiologis tubuh, karena itu yang diharapkan tujuan tersebut tercapai setelah minum obat selama beberapa waktu tertentu. Agar tujuan tersebut tercapai maka bahan aktif obat dalam sediaan obat yang digunakan oleh konsumen harus dapat mencapai tempat kerja obat di dalam tubuh dalam jumlah yang efektif dan obat bertahan di situ sampai pelepasan obat tuntas, baru kemudian terjadi eliminasi obat dari tubuh.
Karena itu formulasi bentuk sediaan obat harus mengusahakan agar obat yang dibuat dan dikonsumsi melalui rute yang sesuai untuk bentuk sediaannya dapat mencapai tempat kerjanya dalam jumlah yang efektif, dan bertahan di tempat kerja sampai pelepasan obat sempurna sebelum akhirnya obat dieliminasi dari tubuh.

3. KAITAN FORMULASI DENGAN KESTABILAN (Durability):

Bahan aktif obat umumnya didisain menjadi bentuk sediaan, proses produksinya umumnya dilakukan oleh industri pembuat obat. Dari bahan aktif obat, diproduksi, dikemas, didistribusikan ke pasar hingga akhirnya sampai ke konsumen untuk digunakan memerlukan waktu yang cukup lama. Karena itu dalam memformulasikan suatu bentuk sediaan obat harus dipertimbangkan stabilitas bahan aktif obat, juga eksipiennya, agar sediaan obat tetap bertahan memiliki efek farmakologis sampai batas waktu penggunaannya. Studi stabilitas bahan aktif yang harus dilakukan dalam memformulasikan suatu sediaan obat antara lain stabilitas terhadap okidasi, fotolisis, hidrolisis, panas atau suhu pada saat penyimpanan dan transportasi obat, dan stabilitas selama berantaraksi dengan eksipien .

4. KAITAN FORMULASI DENGAN KEAJEGAN/ Ketersediaan di pasaran (Reliability):

Keajegan yang dimaksud di sini adalah keajegan pasokan di pasaran yang terkait dengan aktivitas memformulasikan suatu sediaan. Sediaan obat umumnya diproduksi dalam skala besar di industri farmasi. Bahan baku obat di Indonesia saat ini banyak yang sudah merupakan produksi lokal, tetapi banyak juga yang masih impor. Dalam membuat formula sediaan dalam hal ini harus mempertimbangkan pemilihan bahan baku zat aktif dan eksipien yang mudah diperoleh di pasaran karena pasokan dari pembuat bahan baku lancar. Terutama untuk bahan baku yang harus diimpor. Karena itu dalam pengembangan formulasi perlu dicoba beberapa formula yang menggunakan bahan baku yang berasal dari beberapa pabrik yang berbeda, kemudian sediaan jadinya diuji penampilan fisik, uji yang berhubungan dengan bentuk sediaan yang dibuat, uji ketersediaan hayati, dan stabilitasnya. Dari beberapa formula yang menghasilkan sediaan yang baik pada skala produksi semestinya dipilih formula yang pasokan bahan bakunya lancar agar setiap saat pasar menghendaki sediaan itu dapat ajeg diproduksi.

5. KAITAN FORMULASI DENGAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN (Easybility):

Pada masa kini formulasi sediaan farmasi tidak hanya ditujukan untuk membuat sediaan yang dianggap konvensional tetapi diarahkan untuk membuat sistem penyampaian obat (drug delivery sistem) agar tujuan pengobatan tercapai. Salah satu pertimbangan yang digunakan dalam pengembangan sistem penyampaian obat adalah kemudahan penggunaan bagi pasien. Contohnya adalah formulasi sediaan ‘oral sustained/controlled release’ tujuannya antara lain agas mengurangi frekuensi penggunaan obat yang biasanya tiga kali sehari menjadi satu kali sehari. Contoh lain adalah pengembangan obat-obat anti TBC yang sekarang dikembangkan menjadi FDC Tablet (fixed dose composition tablet) yang dapat terdiri dari 2,3 atau 4 komponen obat anti TBC yang diformulasikan dalam satu tablet. Hal ini ditujukan agar pasien tidak repot setiap kali harus meminum 2-4 obat sekaligus, dan hal ini juga bermanfaat agar kepatuhan pasien dalam meminum obat terjaga. Perkembangan Transdermal Drug Delivery System sekarang ini antara lain juga dengan mempertimbangkan agar pemakaiannya bagi pasien menjadi lebih mudah.

6. KAITAN FORMULASI DENGAN KENYAMANAN PENGGUNAAN (Comfortability):

Hal ini merupakan hal klasik yang menjadi pertimbangan dalam memformulasikan sediaan farmasi. Untuk sediaan pemberian oral agar pasien / konsumen (terutama segmen anak-anak) merasa nyaman menggunakan maka perlu ditambahkan ‘flavouring agents’ selama penembahannya tidak mempengaruhi kerja dan stabilitas bahan aktif obat. Untuk menutup bau dan rasa yang pahit pada sediaan oral padat maka diformulasikan dalam bentuk kapsul atau tablet bersalut. Untuk menghindari efek samping iritasi lambung dapat diformulasikan bahan aktif obat bersama-sama dengan bahan aktif yang dapat mengatasi iritasi lambung. Formulasi obat-obat kontrasepsi berbentuk ‘patch’ ditujukan untuk mengganti bentuk susuk yang pemakaiannya lebih tidak nyaman bagi pasien.


BIOFARMASI salah satu parameter Kualitas Obat


Biofarmasetika berasal dari kata “bio” yang dari kata biologi berarti “in vivo”(dalam tubuh makhluk hidup) dan farmasetika berarti pembuatan obat. Jadi, biofarmasetika adalah ilmu yang mempelajari serta mengetahui perjalanan farmakokinetika obat-obatan yang dibuat oleh pabrik farmasi di dalam tubuh hewan/manusia dimana absorbs dan aktivitas terapeutik obat terjadi di dalam tubuh.

Tujuan mempelajari ilmu biofarmasetika adalah terciptanya produk-produk obat yang memenuhi parameter kulaitas antara lain efektif, aman dan berkualitas tinggi dalam pengobatan.

Biofarmasetika memiliki arti penting karena membahas perlunya stabilitas farmasi-kimia dari suatu produk obat untuk mencapai suatu bioavalibilitas yang baik. Dalam JPS (Journal of Pharmaceutical Sciences 1961) Wanger J,G mengemukakan bahwa biofarmasetika adalah studi tentang relasi sifat  keadaan dan intensitas efek biologis yang ditimbulkannya, diteliti pada hewan dan manusia dengan factor-faktor berikut:
  • Sifat atau keadaan bentuk bahan aktif (ester, garam, kompleks, derivate, polimorfi, dsb)
  •  Keadaan fisika zat aktif dalam produk obat, ukuran partikel, luas permukaan
  • Keberadaan atau ketidakberadaan bahan tambahan bersama bahan akti
  • Tipe sediaan obat dimana zat aktif ditempatkan
  •  Proses farmasetika yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat
Obat dalam aktifitas farmakologis dan respon klinik dapat memiliki pengertian, yaitu :
  • Zat/prinsip aktif
  • Zat/bahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisiologis tubuh menuju keadaan fungsional normal 
  • Racun Potensial

Suatu zat dapat bersifat sebagai obat atau justru menimbulkan racun pada umumnya dapat ditentukan oleh : konsentrasi zat tersebut dan lama kontak zat dengan tempat aksi. Adakalnya penggunaan obat akan menimbulkan suatu resiko:
  • Adverse Drug Reaction (ADR), yaitu reaksi / respon badan terhadap obat yang berlawanan dengan tujuan pemakaian.
  • Abuse of Drug, yaitu penyalahgunaan obat yang berakibat ketagihan (addiction). Hal ini umumnya terjadi pada obat-obat golongan psikotropika.

Sumber : http://apoteker-unpad.blogspot.com/2011/05/biofarmasi-salah-satu-parameter.html

Keep Tired,,, Hmmm

Terlintas Dipikiranku Pagi ini ttg Imajinasi Ɣªήğ tiba2 terlintas di pikiranku,,,!!!
Saya bukanlah anak org kaya yg bisa dgn mudahnya minta sm ortu utk hidup,,,!
Bukan jg org dgn pintu ajaib Doraemon yg dgn mudahnya bisa mmbuka Peti Harta Karun dan dapat Menikmati hidup dgn bgtw nyamannya,,,!!

Sungguhhh, Saya tidak bs brpkir lg dgn kondisi Ekonomi nntinya akan saya terima dªn jalani,,,!!
Seandainya Kemudahan Ɣªήğ saya dapet,,,

Tegakah saya belanja bermacam2 bhan mkanan sedgkn teman saya hnya makan roti stiap harinya,,,???

Tegakah saya menikmati makann Ɣªήğ nikmat smentra Teman saya bingung ada brpa koin lg di dompetnya,,,???

Dan Seandainya Kegagalan Menimpa saya,,,

Adakah Ɣªήğ akan PerduLi??
Keluarga, Saudara, bhkan Teman???
Akan Pedulikah mreka???
Sungguh sulit dibayngkan,,,!!!

Keep Tired,,, Hmmm (⌣́˛⌣̀"!) (ʃ⌣́,⌣́ƪ) (⌣́_⌣̀) (˘̩̩̩_˘̩ƪ)
  :puppyeyes:

Jumat, 11 Mei 2012

MEMBUAT TABLET DENGAN KECEPATAN DISOLUSI ZAT AKTIF MAKSIMUM (Bagian 3 dari 3 Postingan)


PROSES PEMBUATAN TABLET

Metoda Granulasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses granulasi meningkatkan kecepatan disolusi dari zat aktif yang kurang larut. Pemakaian bahan pengisi seperti amilum, laktosa anhidrat, laktosa spray-dried dan mikrokristal selulosa cenderung meningkatkan hidrofilisitas zat aktif dan meningkatkan karakteristik disolusinya. Karena itu sering dikatakan metoda granulasi basah lebih baik dibanding metoda granulasi kering atau slugging. Tetapi sekarang dengan lebih canggihnya mesin cetak tablet dan adanya bahan-bahan yang cocok untuk tablet cetak langsung, dengan formula yang sesuai dapat dihasilkan tablet dengan karakteristik disolusi yang lebih baik dari tablet yang dibuat dengan cara granulasi basah. Bila digunakan metoda granulasi basah maka harus diperhatikan waktu pencampuran granul, jumlah zat pengikat, metoda, waktu dan suhu pengeringan, waktu pencampuran dengan lubrikan, usia granul (saat pencetakan), kadar air granul saat pencetakan dan kekerasan tablet.
Ho dan Hersey, memperkenalkan suatu metoda novel granulasi yang didasarkan pada terbentuknya aglomerat bila penggerusan serbuk dilakukan dalam waktu yang panjang. Metoda ini disebut Agglomerative Phase of Comminution (APOC). Metoda ini diketahui menghasilkan tablet dengan kekuatan mekanik yang lebih besar dan kecepatan disolusi zat aktif yang lebih besar dibanding tablet yang diperoleh dengan cara granulasi basah. Tetapi bagaimanapun pemilihan metoda pembuatan tablet yang menekankan pada hasil yang memiliki karakteristik disolusi yang baik harus tetap mempertimbangkan kecocokannya dengan zat aktif yang digunakan. Misalnya zat aktif tidak tahan dengan suhu pengeringan (panas) atau terhidrolisa dengan adanya air, sebaiknya tidak dibuat dengan metoda granulasi basah. Sedangkan zat aktif yang merupakan polimorf yang dengan penggerusan dapat terjadi polimorf yang tidak aktif secara biologi maka tidak dapat digranulasi dengan cara APOC.

Kekuatan Kompresi (Pencetakan)
Kekuatan kompresi pada satu sisi menyebabkan penambahan luas permukaan partikel tablet yang memberi efek meningkatkan disolusi zat aktif, tetapi pada sisi yang lain memberi efek menurunkan disolusi karena meningkatnya ikatan antar partikel akan meningkatkan densitas sehingga akan meningkatkan kekerasan tablet.
Kekuatan kompresi berpengaruh pada densitas, porositas, kekerasan dan waktu hancur tablet. Porositas tablet dapat memfasilitasi penetrasi medium ke dalam tablet, sehingga membuat tablet lebih cepat hancur memungkinkan zat aktifnya terliberasi dari matriks tablet dan terdisolusi. Kekuatan kompresi yang besar akan mengurangi porositas tablet sehingga kemungkinan dapat berpengaruh pada disolusi zat aktifnya. Kekuatan kompresi yang besar juga akan meningkatkan kekerasan tablet, sehingga meningkatkan waktu hancurnya dan mungkin dapat menurunkan kecepatan disolusi zat aktifnya.
Jadi pengaruh kekuatan kompresi terhadap disolusi zat aktif dari tablet sebenarnya merupakan akibat berbagai faktor yang saling bergantung. Karena itu menentukan kekuatan kompresi harus mempertimbangkan faktor-faktor yang saling bergantung tersebut, yang penting diperoleh tablet dengan kekerasan yang optimal dan memiliki waktu hancur yang cukup singkat serta karakteristik disolusi zat aktifnya juga memenuhi syarat.

PENUTUP

Demikian sudah diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan disolusi zat aktif dari sediaan tablet yang berasal dari sifat fisikokimia zat aktif, formulasi tablet dan proses pembuatan tablet. Dari uraian di atas teoritis bila ingin membuat tablet dengan kecepatan disolusi zat aktif yang maksimum dalam media yang dipersyaratkan maka dapat dicapai dengan menggunakan:
a. Pilih bentuk zat aktif yang memiliki kelarutan paling tinggi (misal bentuk garamnya)
b. Dilakukan pengecilan ukuran partikel zat aktif lebih dahulu sampai tingkat yang optimum
c. Pilih bentuk zat aktif yang anhidrat
d. Pilih bahan pengisi golongan amilum yang sudah ada di pasaran (spesifikasi jelas) digunakan dengan konsentrasi 5-20%
e. Pilih disintegran Ac-Di-Sol digunakan dengan konsentrasi yang sesuai
f. Pilih lubrikan Mg-sterat <1% bila zat aktif cukup hidrofil, atau pakai Na-lauril sulfat bila zat aktif sangat hidrofob dan kelarutan kecil
g. Pilih pengikat polivinilpirolidon 3-15%
h. Kalau perlu ditambahkan Na-Lauril Sulfat untuk meningkatkan pembasahan
i. Dibuat dengan metoda granulasi basah
j. Kekuatan kompresi sedang

Uraian di atas adalah uraian teoritis yang belum tentu dapat diterapkan pada semua zat aktif. Karena sesungguhnya untuk memperoleh kecepatan disolusi zat aktif yang maksimum itu harus melihat zat aktif yang digunakan, baru kemudian ditetapkan formulasinya (bahan-bahan pendukungnya) serta proses pembuatan tablet yang sesuai dengan sifat zat aktif tersebut .


Semoga 3 bagian tulisan ini bermanfaat buat anda.

O ya untuk bahan tulisan itu aku ngintip bukunya pak Hamed M. Abdou
(Dissolution, Bioavailability & Bioequivalence, Mack Publishing Company, Pensylvania, 53-105) dan bukunya pak Lieberman, pak Lachman dan pak Schwartz (Pharmaceutical Dosage Forms: Tablet Volume 1, 2nd ed., Marcel Dekker, Inc., New York, 88-120 ). 

MEMBUAT TABLET DENGAN KECEPATAN DISOLUSI ZAT AKTIF MAKSIMUM (Bagian 2 dari 3 Postingan)


FORMULASI TABLET

Bahan Pengisi
Kecepatan disolusi zat aktif dari sediaan tablet dapat dipengaruhi oleh bahan pengisi tablet yang digunakan. Pemakaian amilum sebagai bahan pengisi dengan konsentrasi 5-20% diketahui dapat meningkatkan kecepatan disolusi zat aktif karena adanya amilum berfungsi juga sebagai disintegran. Bila waktu hancur lebih cepat dapat diharapkan kecepatan disolusi juga meningkat. Underwood dan Cadwallader meneliti kemampuan beberapa jenis amilum dalam meningkatkan disolusi zat aktif dari sediaan tablet, dan hasilnya adalah kemampuan meningkatkan disolusi pada amilum kentang >amilum jagung>amilum garut (ararut)> amilum beras , bila pengujian disolusi menggunakan pengaduk tipe ‘stirring’. Sedangkan bila digunakan pengaduk tipe ‘oscillating’ maka kemampuan meningkatkan kecepatan disolusi pada amilum jagung>amilum beras>amilum garut>amilum kentang.

Disintegran
Disintegran adalah bahan yang digunakan untuk memecahkan tablet bila tablet terpapar pada lingkungan berair. Pemilihan disintegran yang baik umumnya akan mengantar pada peningkatan kecepatan disolusi. Secara umum dikenal enam golongan disintegran yaitu golongan amilum, ‘clay’, selulose, alginat, ‘gum’ dan lain-lain. Dari enam golongan itu ada yang dikenal dapat dipakai luas untuk berbagai macam zat aktif dan memberi waktu disintegrasi yang cukup pendek. Disintegran itu antara lain sodium starch glycolat (Primojel/Explotab), Starch 1500 (keduanya ini dari golongan amilum dengan beberapa modifikasi) dan Ac-Di-Sol yaitu sutu bentuk ‘crosslink’ dari karboksimetilselulosa natrium.Agar dapat membantu meningkatkan kecepatan disolusi harus dipilih disintegran yang memeberikan waktu hancur yang singkat tetapi juga cocok untuk zat aktif yang digunakan.

Lubrikan
Fungsi utama lubrikan adalah untuk mengurangi friksi pada antar partikel dan antara permukaan tablet dan dinding die selama pencetakan. Seringkali lubrikan juga berfungsi sebagai antiadherent dan glidan. Antiadherent itu untuk mencegah perlengketan ke punch dan dinding die. Sedang glidan untuk memperbaiki aliran granul/serbuk. Pemakaian lubrikan dan waktu pencampurannya yang tidak tepat dapat menurunkan efektivitas disintegran. Lubrikan hidrofobik seperti magnesium stearat akan membentuk film hidrofobik yang tipis di sekeliling eksipien tablet sehingga mencegah penetrasi air melewati pori tablet dan menunda disintegrasi tablet, dan biasanya hal ini dapat berpengaruh pada kecepatan disolusi zat aktifnya. Karena itu pemakaian lubrikan harus dalam jumlah yang tepat dan waktu pencampurannya dengan seluruh eksipien (serta zat aktif) harus dalam waktu yang tepat pula agar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu hancur dan disolusi zat aktifnya. Sebaliknya Natrium Laurilsulfat bila digunakan sebagai lubrikan akan meningkatkan kecepatan disolusi zat aktif. Hal ini terutama karena natrium lauril sulfat meningkatkan pembasahan dan penetrasi pelarut ke dalam tablet dan granul sebagai akibat dari turunnya tegangan permukaan antara permukaan partikel tablet dan pelarut (media disolusi).
Umumnya dengan evaluasi berbagai faktor, golongan logam stearat (magnesium/kalsium/natrium) paling baik digunakan sebagai lubrikan asalkan dalam jumlah kecil (<1%) dan dicampur dengan matriks (bahan-bahan) tablet dalam waktu yang cukup singkat. Tetapi bila bila karakteristik disolusi dari zat aktif yang hidrofobik sangat ingin ditingkatkan maka bisa digunakan surfaktan seperti natriun lauril sulfat sebagai lubrikan.

Bahan Pengikat
Bahan pengikat adalah zat yang ditambahkan untuk menambah kohesivitas atau kualitas ikatan dari serbuk bahan tablet untuk menjamin tablet tidak mudah pecah sesudah pencetakan. Bahan pengikat digunakan pada tablet yang dibuat dengan metoda granulasi basah.Yang termasuk bahan pengikat adalah larutan gelatin, amilum, gula, gum alam (akasia, tragakan) dan gum sintetik (polietilen glikol, polivinilpirolidon, veegum dan karboksimetilselulosa).
Metoda granulasi basah diketahui dapat meningkatkan kecepatan disolusi zat aktif yang kurang larut dengan cara membuat permukaan partikel menjadi lebih hidrofilik. Solvgang dan Finholt meneliti disolusi granul fenobrbital, fenasetin dan prednisolon lebih baik dibanding disolusi serbuknya. Disamping itu terbukti bahwa disolusi tablet hasil pencetakan granulnya juga lebih baik dari disolusi granulnya. Hal ini disebabkan oleh karena tablet menjadi lebih mudah terbasahi dan kenyataan bahwa adanya deformasi granul selama pencetakan meningkatkan luas permukaan sehingga pembasahan menjadi lebih efektif lagi. Pemilihan bahan pengikat harus disesuaikan dengan zat aktif dan dalam jumlah tepat agar diperoleh kualitas pengikatan yang diinginkan tetapi tidak mempengaruhi kualitas disintegrasi tablet dan disolusi zat aktifnya.

Zat Tambahan Lain
Zat tambahan lain di sini misalnya adalah surfaktan, zat pewarna dan komponen salut. Ada kalanya dalam formula tablet ditambahkan surfaktan terutama untuk tablet yang memiliki sifat permukaan hidrofobik dan kelarutan kecil. Penambahan dalam jumlah kecil (
Penambahan dalam jumlah besar (>harga konsentrasi misel kritik) surfaktan berfungsi untuk meningkatkan kelarutan zat aktif dengan cara membentuk misel dengan zat aktif sehingga hal ini akan meningkatkan disolusi juga.

Ada kalanya tablet perlu diberi warna sehingga dalam formulanya ditambahkan zat warna yang larut air. Kadang-kadang adanya zat warna ini dapat menurunkan kecepatan disolusi zat aktif . Hal ini terjadi pada disolusi Sulfatiazol yang diketahui menurun dengan adanya FD&C Blue No.1. Efek pengurangan disolusi ini disebabkan oleh molekul zat warna teradsorpsi pada permukaan partikel zat aktif sehingga mengahalangi disolusinya. Karena itu perlu kehati-hatian pada penambahan zat warna pada formula tablet agar tidak terjadi pengaruh pada kecepatan disolusi zat aktifnya.

Komponen salut khususnya shellac (selulosa asetat ftalat) dapat memberi pengaruh yang signifikan pada kecepatan disolusi zat aktif dari tablet salutnya. Tetapi biasanya efek ini lebih disebabkan karena waktu hancur dan kelarutan zat salutnya daripada tablet intinya.

MEMBUAT TABLET DENGAN KECEPATAN DISOLUSI ZAT AKTIF MAKSIMUM (Bagian 1 dari 3 Postingan)


PENDAHULUAN

Disolusi secara umum didefinisikan sebagai proses melarutnya zat padat (dalam zat cair). Sedangkan tablet menurut Farmakope Indonesia edisi ketiga adalah sediaan padat, kompak, berbentuk silinder putih dengan kedua permukaan rata atau cembung, mengandung dalam jumlah tertentu satu atau beberapa jenis zat aktif dengan atau tanpa zat tambahan.

Disolusi zat aktif dalam sediaan tablet secara umum dipengaruhi oleh faktor yang menyangkut keadaan tablet itu sendiri dan faktor yang berhubungan dengan peralatan disolusi dan parameter pengujian disolusi.

Faktor yang mempengaruhi disolusi zat aktif dalam sediaan tablet yang menyangkut keadaan tablet itu sendiri meliputi:
a. Sifat-sifat fisikokimia zat aktif itu sendiri
b. Formulasi Tablet (pemilihan pengisi, pengikat, disintegran, lubrikan, zat tambahan lain)
c. Proses Pembuatan (metoda granulasi, gaya kompresi)

Faktor yang mempengaruhi disolusi zat aktif dalam sediaan tablet yang menyangkut peralatan dan parameter pengujian disolusi meliputi:
a. Pengadukan dan kecepatan pengadukan
b. Media disolusi (jenis, pH, viskositas, volume,’sink condition’, deaerasi, suhu dan tegangan permukaan)

Tulisan ini hanya membahas faktor yang mempengaruhi disolusi zat aktif dalam sediaaan tablet yang menyangkut keadaan tablet itu sendiri, dan pemilihan bahan untuk formulasi sehingga diperoleh tablet dengan kecepatan disolusi yang maksimum secara teoritis.

SIFAT-SIFAT FISIKOKIMIA ZAT AKTIF

Kelarutan Zat Aktif:
Kelarutan zat aktif (dalam media air) memegang peranan penting dalam disolusi. Sesuai dengan Rumus Noyes and Whitney yang dimodifikasi sebagai berikut:

R = dc/dt = k.DS/vh . [Cs – Ct] = k1 [Cs – Ct]

pada keadaan ‘sink condition’ persamaan di atas menjadi:
R = k2.Cs

Dimana R = kecepatan disolusi; D=koefisien difusi; S=total luas permukaan partikel ; v=volume media disolusi; h= tebal lapisan difusi; sedangkan k, k1 dan k2 adalah konstanta disolusi pada masing-masing persamaan di atas.

Dari persamaan R = k2 Cs bila dibuat plot antara R dan Cs harus diperoleh garis lurus dengan kemiringan = k2.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Hamlin, et al, pada 45 jenis zat dengan kelarutan yang berbeda disimpulkan bahwa kecepatan disolusi berbanding lurus dengan harga kelarutannya (dalam medium yang sama). Dan secara matematis ditemukan hubungan R = 2,24.Cs, yang berarti kecepatan disolusi berbanding lurus dengan 2,24 kali harga kelarutannya. Jadi kecepatan disolusi akan makin besar pada zat aktif yang harga kelarutannya dalam medium disolusi makin besar.

Pembentukan Garam:
Pembentukan garam merupakan suatu pendekatan yang umum dilakukan dalam usaha untuk meningkatkan kelarutan zat dan kecepatan disolusinya. Hasil studi yang dilakukan oleh Nelson menunjukkan bahwa kecepatan disolusi beberapa asam lemah lebih rendah dibanding kecepatan disolusi garam dari asam-asam lemah tersebut. Karena itu bila dalam formulasi sediaan tablet memungkinkan untuk memilih zat aktif dalam bentuk garamnya, maka ada kemungkinan akan diperoleh kecepatan disolusi yang lebih tinggi.

Ukuran Partikel:
Seperti diketahui kelarutan suatu zat bergantung pada ukuran partikel zat tersebut. Persamaan Ostwald-Freundlich sebagai menyatakan:
ln S sebanding dengan 1/r

dimana S adalah kelarutan zat dan r adalah jari-jari ukuran partikel. Jadi log naturalis kelarutan berbanding terbalik dengan ukuran partikel. Bila ukuran partikel makin kecil (jari-jari kecil) maka harga ln S akan makin besar maka S (kelarutan) akan makin besar juga. Bila kelarutan makin besar maka diharapkan kecepatan disolusi akan bertambah besar pula. Karena itu untuk meningkatkan kecepatan disolusi zat aktif dari tablet bila memungkinkan perlu dilakukan pengecilan ukuran partikel zat aktif sampai tingkat yang mikro. Pengecilan partikel secara ekstrem ini tidak dapat dilakukan secara milling biasa tetapi harus dengan metoda khusus seperti mendispersikan zat aktif dalam pembawa yang larut air seperti larutan PVP.

Keadaan Kristal:
Karakteristik keadaan padat zat aktif seperti amorfisitas, kristalinitas, keadaan hidrasi, solvasi dan struktur polimorfik diketahui memberi pengaruh pada kecepatan disolusi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa bentuk anhidrat memiliki kelarutan yang lebih tinggi daripada bentuk hidratnya, hal ini terbukti pada ampisilin, kalsium sulfat dan teofilin, yang bentuk anhidratnya memiliki kelarutan lebih besar dari bentuk hidratnya, dengan demikian kecepatan disolusinya juga lebih tinggi dari bentuk hidratnya.

Polimorfisme:
Polimorfisme pada zat aktif diketahui potensial memberi perbedaan kecepatan disolusi pada setiap bentuk polimorfnya. Biasanya bentuk-bentuk polimorf memberi kecepatan disolusi lebih baik daripada bentuk stabilnya. Karena itu dalam usaha untuk meningkatkan disolusi zat aktif, bila memungkinkan dipilih bentuk polimorf yang diketahui memberikan kecepatan disolusi terbesar.

Kamis, 10 Mei 2012

Beberapa Tips Memelihara Hamster


  1. Usahakan kandang selalu bersih dan kering. Gunakan pasir atau butiran batu yang biasa dijual di tempat penjualan hamster sebagai alasnya. Pasir ini berguna untuk mengeringkan kandang dari air kencing dan menghilangkan bau air kencing itu sendiri. Pasir ini juga bisa dipakai hamster untuk mandi sehingga bulunya terlihat rapih, kering, dan tidak bau.
  2. Ganti pasir ini setiap minggu atau 2 minggu sekali dengan pasir baru. Setelah seminggu atau dua minggu, pasir ini akan terlihat kotor karena bercampur dengan kotoran dan sisa makanan. Jika mau sedikit repot, pasir yang sudah terpakai bisa dicuci, dikeringkan, dan dipakai ulang.
  3. Cara mencucinya, pasir bekas pakai tadi direndam dulu agar kotoran dan sisa makanan mengambang sehingga mudah untuk dibuang dan dipisahkan dari pasirnya.
  4. Beri makanan dan minuman yang cukup. Untuk makanan, saya memberi kuaci atau tumbukan kacang tanah yang sudah dikupas kulitnya. Untuk minuman, sesuai saran penjualnya, jangan beri air langsung, tetapi beri kecambah (tauge) setiap pagi dan sore. Dengan demikian, kandang bisa terus kering sepanjang hari. Banyak orang memberi minum dengan air sehingga kandang menjadi basah dan hamster mudah sakit dan mati.
  5. Tambahkan makanan baru hanya jika makanan yang sudah ditaburkan atau disediakan di tempat makanan sudah habis termakan. Ini untuk menjaga kebersihan agar tidak banyak sisa makanan berserakan di dalam kandang. 
  6. Jika induk betina melahirkan, pisahkan dari hamster pejantan atau hamster lainnya, dan perbanyak makan kecambah. Ciri-ciri hamster betina yang akan melahirkan terlihat dari bentuk perutnya yang membuncit dan si induk seperti gelisah mondar-mandir dalam kandang dengan tingkat keaktifan yang lebih tinggi dari biasanya. Jangan lupa beri potongan kain untuk membuat sarang buat bayi-bayi hamster yang akan dilahirkan.


Selamat mencoba memelihara hamster

Sabtu, 07 April 2012

Dia... Dia... Dan Dia. Segala kebaikan pria ada padanya




Dia... Dia... Dan Dia. Segala kebaikan pria ada padanya.Aku teringat saat beberapa hari yang lalu. Saat ia berkata padaku "Dek, hati2 yah, makasih buat hari ini dan kemaren, Insyaallah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi!",
Ada sesuatu yang lain di hatiku ketika ia menyatakan kalimat itw. Bergetar, berdesir,  dan menelusup direlung jiwaku begitu saja. Kata-kata itu tak bisa kulupakan dan tak bisa kugambarkan. Sepertinya itu adalah kata yang biasa. Tapi entahlah, ada saja bedanya! Dia... Dia... Dan Dia. Segala kebaikan pria ada padanya.

 Itw sedikit moment perpisahan kami dulu, yang cerita awalnya :
Jum'at, 23 september 2011,,,, saat itw kasmpusku memang lagi study tour kebeberapa pabrik Farmasi, dan kebetulan perjlanan pulngnya kami mampir dulu ke jogja bwt jalan2 sklian beli oleh2,, Pas Jum'at mlem itw kira2 jam 9 mlem kami sampai di slah satu hotel di joga,,, dr awal emng aku juga udh sms’an sm dia,,, dan dia dari sore juga udh di jogja sgaja menunggu kdtgan ku,,, hmm, dag dig dug hati rasanya ngebyangin pertemuan kami nanti bklan kyk gmn,,, dan di bis pun tak hbis2 nya teman2 pd ngeledekin aku,,, yah berawal dr satu org yg tw lgsung tersebar pd smw pnghuni di bis,,, wesdahhh, aku hnya terdiam dan tak memperdulikan ledekan smw teman2,,, Bis kami pun tiba di hotel, dan teman2 di bis pun lgsung ngeledikin kembali,,, nyari2 keberadaan dia di dekat hotel,,, (hahhaa, pngen ngekek liat mreka, pdahal aku udh sms dia bwt jgn nunggu di dekat hotel,,,) aku pun bergegas ngambi smw barang2 ku ke dalam kamar hotel,,, stelah smnya beres, aku lgsung ke luar hotel,,, sblum pergi malah 2 sahabatku anti dan faizah lgsung nyusul bwt nemuin dia juga,,,, ywdh, berhubg mreka udh dekat sm dia juga aku izinin,,, kami pergi ke luar pagar dan mlah ada temn2 lainnya mw ngikutin juga,,, hmmm, maleslah aku klw rame2…. Akhirnya dgn pengertiannya mreka gx ngikutin kami,, tetap 2 sahabatku saja yg aku ajakin,,,, stelah teman2 udh masuk ke hotel kami bertiga pun lgsung menuju simpangan jalan,,, dan tepat di bawah pohon kami pun bertemu,,,

Hahhahaaa,,, saat itw dgn gaya malu2 ku,,, haduhh,,, 2 shabatku lgsung ngeledikin aku,,,, gaggagagkkk,,, sumpah dehh,,, malu2’in bnget aku dibuat mreka,,,, yah gtw lah pertemuan singkat kami,,, dan lgsung 2 sahabatku kembali ke hotel stelah berkenalan sbntr,,, dan kami pun lgsung pergi dng motornya,,,, aku lupa siapa yg mmulai pembicraan ,,, tp lumyan bnyak obrolan kami di motor saat itw,,, dia berusha ngajakin aku mkan, tp ku tolak terus krn emng aku td udh makan sm teman2 sblum smpai di hotel,,, tp krn dia kutnya belom mkn dr sore td akhirnya aku paksain juga bwt ke t4 mkan,,, dia kayknya juga bingung mw milih mkan dmn,,, akhirnya dia ngajakin aku ke t4 lgganan dia makan nasi goring,,, ywdh, saat itw aku suruh dia mesan sepiring aja,, krn aku emng lg gx mw mkn,,, kami pun duduk di dekat jalan emng di sedia’in bwt pelnggan mw mkan,,,, sumpah deh, baru pertama kali mkan di t4 kayk gini dan itw pun bersama dia,,, dia pun makan dan sskli mnyruhku bwt ikutan makan juga,,, akhirnya aku pun mkan juga 3 sendok klw gx salah,,,, hehheheee,,,, gtw deh cerita singkat pertemuan dan makan bareng pertama kami,,,, smwnya bgtw indah,,,!!

setelah itw kamipun jalan2 keliling UGM dan foto2,,, smwnya dpet digambarkan di foto2 ini,,, Kenangan bersama dia,,,, 

Tak mampu kulupakanmu dengan kenangan dalam ceria canda tawa kebahagiaan. Sampai-sampai aku takut jika harus kehilanganmu. Sampai-sampai sebelum tidur pun aku selalu menghadirkan senyummu. Sepertinya senyummu adalah obat penghantar tidurku. Rasa ini indah kurasa, namun kadang mengekang dan menjadi beban bagiku.
Tapi tak bisa kusangkali aku mengaguminya. Yang kiini dia telah memenuhi rumah hatiku. Dia yang memberi semangat belajarku tumbuh. Dia yang membuat hatiku bergetar ketika namanya disebut. Dia yang seulas senyumnya manis mengembang dan yang sering memanggilku dengan sebutan "adek, ayank...!". Dia... Dia... Dan Dia. Segala kebaikan pria ada padanya.

Dan keesokan harinya, Sabtu 24 September 2012 kamipun jalan2 ke Malioboro, ke Taman, dan ke PAntai,,, Semuanya dpet diceritakn melalui foto2 ini:









^KEBENARAN CITA-CITA SAYA^ Keep Sweet,,, Hmmm ^_^

:blush:Haiii,,,, Blogger,,,, Mw cerita lagi nie,,, ngelanjutin cerita kmren itw loh yg temanya ^Cerita Singkat About Me,,,^ hmmm, nie lanjutannya dgn tema,,,, ^KEBENARAN CITA-CITA SAYA^ Keep Sweet,,, Hmmm  ^_^
  • Ohya, kalian udah pada tw belom cita-cita kalian apaan,,,,??:please:
kalo aku sih dari kecil sampe sekarang mslh cita-cita berubah terus,,,, Kalo dulu tuh waktu kecil aku pengen banget jadi ^Dokter^,,, Mau tau kenapa?? kerenzz aja gitu pekerjaannya,,, banyak pasien, dikenal banyak orang, duieetnya juga banyak lagie,,, hahahah,,, Tapi itu kan pikiran aku waktu masih kecil,,, Dan itu juga karna dari semua temen-temen ku kalo ditanya sama guru disekolah waktu besar nanti mau jadi apa pasti jawabannya pada mau jadi dokter semua,,, So daripada pusing-pusing mikir, lebih baik aku bilang gitu juga,,,^ Pengen jadi dokter,,,^ Walaupun waktu itu aku belom tau apa itu tugas dokter,,,, Waktu udah SMP gitu barulah aku tau ternyataa oh ternyataaaa dokter itu kerjanya always di rumah sakit, ngejagain orang sakit, pokoknya rumah sakit udah kayak rumah kedua buat mereka,,, Huaa, senang bget pst yahh,,,!!!

Tpiiii,,,,, smkin hari cita2 ku ingin mnjdi Dokter itu smkin kuat, pkoknya asyik aja,,, pakai’annya bersih dan putih,, nuhh, Stelah UN SMA slesai aku lgsung menuju kota palembng bwt les dsna,,, krn keinginanku yah kuliah di Kedokteran UNSRI,,, lagian mbak aku no 7 juga lg kuliah di sana jurusan TI,,, jd yah gampnglah, kos’an ada dan pstinya aku jg bisa lebih focus klw sm ayuk aku yg satu itw,,, coz umurnya gx jauh beda sm aku, jdi klw mw curhat2’an yah asyik bngett,,, hehhehe,,, tapi apa boleh buat dan gx bisa dipungkiri,,, Cita2 aku mnjdi seorg Dokter gagal sudah,,, krn hasil test nama aku gx ada diurutan nama calon mahasiswa yg lulus,,,, pngen nangis, sesak dan kecewa ditgah kerumunan orng2,,, disana jg aku liat ada org yg gembira krn nmnya ada, dan ada juga yg wajahnya lgsung cemberut krn nasibnya sm kyak aku,,,, tpi apa boleh buat,,, aku mw test ke tempt lain juga gx di izinin sm keluarga,,, jdi hrpanku sia2 sudah,,, takkan ada lagi di kamusku tntg jdi seorg dokter dan pulng kekampung,,,,!!! Bangkit dr kterpurukkan akhirnya sang kk mnyruh aku Test di POLTEKKES Palembang sblum pulng kekampung,,, ywdah, aku turuti saja,,, krn bingung mw milih jurusan apa akhirnya aku milih Kebidanan di pilihan pertama,,, Pilihan kedua aku niatnya di kosongin aja,,, tp mbak aku lgsung mmlihkan FARMASI di pilihan kedua,,, Jujur, awalnya aku twnya klw FARMASI itw yah kerjanya cumn ngurusin obat doank,, jadi suruhan dokter,,, itw yg aku tw,,, !!! yowis,,, aku manut aja,,, krn saat itw suaSAna hati aku emng bner2 lg gx baik,,,  

hmm, stelah test slesai aku lgsung pulng kekampung dgn smw kekecewaan yg aku rasakan,,, di dlm perjlanan aku sempt nangis juga krn udh ngecwain org2 yg aku sayangi,,, terutama mamak,,,,,Tp pas sampai dirumh aku lngsung psang wajah ceria,,, dan bilng, mak aku pulng,,, ohya, aku kyknya mw nganggur setahun dlu, bolehkan mak?? Hehehe,,, mamak aku malah jdi bingung,,, dan jwb, ywdh terserah kamu aja,,, asik, gtw jwb aku,,, dan aku janji kox bkln ngebantu mamak di sawah, tp harus janji jg loh emak ganti’in HP aku yg kameranya bgus n beli’in jg aku kalung emas,,, gtw kataku saat kami lg tiduran di kamar mamak,,,! Dan besoknya aku lgsung bantuin mamak masak pagi2, krn udh itw kmi mw lgsung kesawah yg jaraknya dekat bget sm rumh,, yah dibelkng rumah tetengga didepan rumah kami,,, yowiss,,, selesai masak kmi lgsung menuju kesawah,,, dan diperjlanan, tetanggaku mlah nyapa aku dan nnyain jd kmn aku kuliahnya,,, hehhehe,,, lgsung aja aku jwb,, tahun depan bi aku jd kuliahnya,,, udh jwb gtw lgsung aja nyelonong lari nysul mamak,,,!!!

 hmmmm,,, udh hmpir sminggu lebih kgiatanku cumn dirumh dan disawah bntuin emak,,, smpai kulit aku jd item,,, aduhh,,, ntahlah, ini keinginan aku atw kekecewaan aku,,,!! Mamak aku aja sempt aku liat dy nangis pas kami lg cerita2 disawah smbil kerja,,,tp aku pura2 gx liat,,, (duh, jd nangis klw ingat ini,, bneran ngis loh,,oupz untg aja gx ada org pas lg ngetik ini),, yah gtw deh,,, keliatan bget mamak sgat kecewa krn aku mmtuskan bwt gx kuliah tahun ini,,, dy bandingin aku sm tmen2 aku n tetngga aku yg udh ke Bengkulu bwt daftar ulng,, sedgkan aku, hnya krn aku gx mw kuliah di Bengkulu (Cukup SMA aja disana tinggl di rumah kakak tertua aku,, dan pngalmn dsna sungguh mmbuat aku bner2 gx ada niat sdkitpun bwt kuliah dibngkulu) dan cita2 ku ingin mnjdi dokter jg rela gx mw kuliah dan mw nya kerja di sawah,,,!! (hmm, mak,, jujur sayapun ngersakn kekecwaan yg sangat dlam,, tp smwnya aku pendam sndri krn takut emk jd sedih dan aku ingin jadi dokter juga krn aku ingin jadi kebanggan almarhum bwt bapak krn dr dulu bpak sllu bilng biar nnti klw aku kuliah ambil kesehatan jgn kyk kakakmu, hal itu lah ngebwt aku smkin smngat bwt jd dokter pdhl keinginan beliau sih gx setinggi itw,, jadi bidan atw perwat aja dy nya nyaranin tp akunya aja yg sok hebat, lgian klw bidan aku takut dan klw perawat aku males jd suruhan dokter pdhl itw lah keinginan aku, yah gtw dehh,,,)

ohya, suatu hari,,, aku pulng dr sawah sndrian,,, coz mamak nyruh dluan biar aku bisa masak dulu sore itw,,, yowess pulng sndri dan stelah mandi,,, aku liat panggilan di HP aku bnyak amet smpai 40 kali pnggilan tak terjawab,,, dan aku liat itw ayuk aku dipalembng yg mw nelpon dan ada sms dr dia,,, klw udh liat hp lgsung telpon dia,,, ywdh aku telpon balek,,, dan dgn gembiranya ayukku bilng klw aku lulus di POLTEKKES dgn pilihan kedua (FARMASI),,, duh,,,, lgsung bahagia deh aku krn ksedihan mamak ku dpat kuhapus hr itu,,, tp sbnernya aku gx senang,, krn dgn bgtw cita2 ku mnjdi seorg Dokter benar2 akan hbiss,,,,!!! Lgsung aja aku jujur  sm ayuuk dan minta saran dr dia,,,, dan dia mlah bilng terima aja,,, tahun depan yah thun depan,,, belom tntu juga kmu akan ktrima di kedokteran,,, jd skrg kmu msti jalani dlu apa yg udh kmu dpet,, gtw ayukku bilng,,, dAN katanya, besok aku hrus ke palembng bwt daftar ulng,,,!! Hua,,, hny smlem aku hrus ngambil keputusann,,,??? Ngebayngin gx kalian,, kputusn yg aku ambil akan jadi pnentu kehidupanku nntinya,,,, langsung deh sms ke sang pacar bwt minta saran juga,,,, dan dia nyaranin bwt lah keputusan yg terbaik,,, huaa,,, malah tmbh bkin aku bingung beib,,, hmm, tp pngalmn dr dia yg pernh menganggur setahun itu aku ambil sbgai contoh, krn dlu keinginan dy kuliah di desain grafis gx ktrima mlah mw nganggur eh pas thun depannya dpet kuliat di IT,,, Ntr aku kyk gtw juga gmn,,, gx mau,,,,!!!! Thankz Djankrixz, you’re my inspiration,,,!!

Ohya balek lagi,, ini nie klw lg cerita,,, ngelidur mulu,,, hbisnya emng bnyak kox warna warni suka dan duka kehidupanku,,, jaaahaahahha,,,, hmmm,,,stelah mamak pulng dr sawah aku belum bhas ini, lohhh,,,!!  Tp mlemnya stelah kami slesai mkan aku lgsung mmbrikan kbr gembira td,,, dan mamk aku lgsung bilang, syukurlah nak,,, akhirnya doa emak dikabulin Tuhan,,,stiap hbis sholat emak ngedoa’in biar kamu mw kuliah,,,, ywdh  kamu siap2 lah mlem ini pkoknya kamu hrus kuliah, gx ush bntuin emak kesawah biar emak aja yg kerja,,, emak sedih liat kmu kerja disawah sedgkn tmen2mu pada kuliah,,, smbil nangis mamak aku bilng itu,,, mana gx buat aku nangis juga,,, dan aku janji dr hatiku bwt bner2 kuliah dan pergi besok ke plembng,,,, Finally, Goodbyee impianku dr kecil,,,,!!! L Setidaknya aku juga udh bisa mngabulkan keinginan Almarhum bapak bwt ambil kuliah kesehatan, Dan mgkin memang inilah takdirku yg udh di tentuin sm Allah,,, Wokeh, akan aku jalani dgn penuh Keikhlasan,,,, Semangaaattttt,,,, ^^

Bbbbbersambung,,, dan akan dilanjtin ke Episode berikutnya dengn Tema ^Awal Masuk kuliah^

Keep Sweet,,, Hmmm  ^_^ :inlove::puppyeyes::woooh:

Halo Semuanya,,,, (07 April 2012)

Assalamualaikum semua..
Saya berharap sehattt sllu deh...
:inlove::woooh:
I just want to update blog  
yg udh lama gx update krn sibuk sm hal2 lain...
:antok: :puppyeyes::sweaty:
hhheheh

mood saya skrg lg happy loh, mgknya mw update
:inlove:
Sebab skrg yah agi libur dan hbis sidang..
Yang hasil sidang proposal kmren pun lumyan memuaskan hati
HAHAHAAA

dikesempatan ini..
Fitri cumn mw said:
:puppyeyes:
Slmt bulan April to all rekan blogger...
Mskpun udh seminggu berlalu
Again n again thanks yg udh follow my blog..
 :hihihi: :hihihi: :hihihi:

Selasa, 14 Februari 2012

Cerita Singkat About Me,,, Keep Sweet,,, Hmmm ^_^

Wowww,,, bingung mau nulis apa,,,, Masih ga ngerti sebenarnya,,, tapi bodo amatlah,,, kan bisa itu karna terbiasa (hihi),,,
HHHmmm,,,yaudaa aku cerita tentang diri aku aja yaa,,,
Dan sebelumya ini Foto saya Masih kecil dulu,,, (Lucue, dan imoet,,,, Gx jauh bedalah sm umur aku skrg / 19 thun) hehhehehhe

Nama aku Fitri, tapi kalo nama panjang aku itu Fitri Rosdiana,,, Bener bener deh, nama aku familiar bget,,, nth brpa org kali yah yg bernm FITRI bhkan di senetron aja ada,,^CINTA FITRI^ mana pkai brpa sesion lg,,,, Udah seluruh dunia kali yah taw nm FITRI,,, Haduh2,,, :(((
Yang paling males nya kalo nama kita itu Familiar yah pas nama itu dipanggil mlah kira'in kita pdhl org lain,,, Huffffff,,, mikirinnya aja bikin capek,,, But, it's over.karena takkan ada org sepertiku, nam boleh sama, tp klw sifatnya yah gx bkalan,,, aku orgnya rada2 gampang emosi, Rempong, cuek, PD, Alay, blak2”kan,,,, Dan banyak lg deh hal unik yg ada pada diriku,,, dan pastinya jika anda telah mngenal saya, maka kekompakan dan rasa sayang akan muncul secara alami,,,!!! Hehehe, itu salah satu buktinya kePDan dank e alay’an aku,,, loh O.o

By the way nii nyambung lagi dari cerita aku yang tadi,,,
Aku adalah anak bungsu dari 8 bersaudara(hahha, banyak amet yah pst anggpan kalian,,, yah gtw dehhh, keluarga besar) punya 4 kakak cwok yang super duper baik n perhatian bangettt,,,,.gimn gx?? Mereka sllu ngasih aku uang, tp gx setiap hari jg c,, paling pas lebaran n saat2 tertentu,,,, hmmm, enak bnget ternyta dilahirin jd anak bungsu,,,, ohya masih ada sisa 3 lg saudaraku, dan mreka ayuk or mbak2 cwek yang super duper juga baik tapi +cerewtnya minta ampun,,,, gmn gx coba??? Setiap aku mw beli ini itu pst jd permaslahn, dibilng boroslah, beli barng gx bermutulah dll,,,, huaaaa,,, klw lg di adili rasanya itu mw lari ke laut aja,,, dipinggir pantai maksudnya biar bs liat suasana yg nyaman n damai tnp mndengarkan ocehan mreka, yg pasti ngedengerin suara ombak dan ditemani dgn semilir angin pantai,,,(Aduhh duhduh,,, jd kngen deh sm Pantai Bengkulu) Pengen kesana, main pasir, main ombak, sepeda’an, jogging,, blablabla,,,, Huaa, Liat ajalah klw aku udh kelar kuliah, mw lgsung cari kerja kesana,,, mw netap dsna dulu,,, But klw ada yg ngajakin nikah, yowes kt kompromi dlu mw tinggl dmn,,, tp aku mah kpengen bget stay dibengkulu,,, yah, berhubung klw udh merit hrus mngikuti suami mah gx masalh jg sihh, pkokke mw jadi istri yg baik, nurut dan bisa ngebahagia’in sang suami ku tercinta (nantinya), pkokke gx bkaln gampang EMOSI dehh,,, klw suamiku pulang dr kerja psti bkln aku siapin mkanan, teh hangat, air panas untuk mandi dan kasur yg rapi,,, dan pastinya hal2 lain yg bkln bwt suamiku makin sayang dan cinta sm aku (heheh, ngarep.com)

Aduhhhh,,,, kox ceritanya jadi kemana2 gx ada arah,,, balek lagi yukkk sm cerita td,,,
hmmmm, Saudara aku yg baik2 td kt sambung lg,,, (baik loh ayuk2 ku, gx akan ngebhs yg cerewetnya lg kox,,, hehehhe),,, ohya, anak bungsu itu pasti ada enaknya dan enggak nya juga lohh,,, Enak nya itu bisa lebih disayang, di perhatiin, keinginan lebih cepet dikabulin,di manja’in, bahkan bisa manja manja sama ortu,,, Tapi gak enaknya itu aku selalu di anggap masih kecil padahal aku tuh udah gede,,, udah MAHASISWI gtw lohh,,, klw jaman dulu yahh umur kayak aku tuh udah nikah dan punya anak,,,Hahahaaahaha.,,, dan dikampung ku juga msih kayk gtw, umur segini (19tahun) ituuu, udh pd merit bahkan anaknya udh pinter jalan,,, teman2 SD aku aja udh hmpir stengah nya yg udh berkeluarga,,,, hmmm, mgkin krena mreka gx ngelanjut kuliah jd gtw,, mgknya si ortu aku nyruh akunya kuliah tinggi2 biar gx kepikiran cept2 nikah,,, loh emak ku sayang, sbnernya dri dalam hati ini udh kpengen bnget loh menikah,,, tp krn udh janji sm almarhum bapak klw aku msti slesai kuliah smpai apoteker dan punya apotik sndri baru mw nikah,,, yowess,,, janji udh kepalng janji dan hrus ditepatin, so bwt calon suami aku moga aja baca ini biar dy tw alsan aku gx mw merit dlu SEANDAINYA jika dy nuntut bwt ngajakin nikah (heheh, PD amet yah? Siapa jg yg mw ngajakin aku nikah) Pokoknya rugi deh klw kita sebagai cwek2 cantik gx kuliah tinggi2,,, skrg kan udah jamannya EMANSIPASI WANITA. Sang RA. Kartini,,, dy adalah seorg pnyemngat no 2 aku loh,,, dan pastinya yg No 1 pnyemangt aku yah EMAK ku sayang,,,, Dia seorang wanita yg tegar, gx pernah menyerah, baik hati dan blabla,,,, dan jika aku mengingat sosok mamak dan mngingat smw pngalaman hidup yg beliau ceritakan kepadaku, sllu air mata ini menetes dan bahkan susah bwtku utk menyudahinya,,, yah Karena khidupan beliau dulu sangat sulit,,, dan mgkin klw aku ngejalninya gx bkln sampai sesukses yg telah mreka raih skrg,,,!!! Itwlah hal yg sllu mmbuat aku tegar ngejalni hidup di negri orang,,, (masih butuh 5thun lgi terhitung dr skrg 2012 bwt nyelesain kuliah) hmmm, kita balik lg dan lupakan sejenak (Hikzzz, tp jujur loh pas nulis klimat ttg ortu td air mata ini lgsung ngalir,, jadi kngen sm almarhum bapak pngen nyekar dan kngen jg sm emak dikampung)

Semangattt,,,^^
ohya, Aku itu orang nya sangat sangat terbuka, pkoknya klw udh ada yg ngajakin ngobrol pst sdikit demi sdkit apa yg aku tutupin pst smwnya dicerita’in,,,(Tanya aja tue sm mamak, sahabat dan pacarku) pkoknya satu hal lg klw aku itw susah bohong apalagi sama mamak ku dan pacarku,,,kapapun bakal aku ceritain sama mamak,,, mau itu soal kuliah, temen, gebetan,,, whatever, dan klw sm pacar gtw juga, soal keluarga aku bhkan dia udh tw bnyak, pdhal ktemu aja belum dy sm anggota keluargaku,,, sm dia juga pernh terungkap kisah aku sm mantannya,,, aduhh,,,, mlah bkin dy cemburu,,, pdhl udh mantan juga, masih aja dicemburuin,,, hehehhe,,,, Miss you Djankrixz,,,, 

Apapun masalah aku atau aktivitas yang aku lakuin pasti aku ceritain semua pada mamak n pacarku,,, Karna dengan begitu mamak gx ngerasa takut lagi dan bisa ngasih kepercayaannya ke aku,,, Dan pastinya aku juga bakal ngejaga kepercayaannya mamak,,, Tapi tentu ada hal-hal yang privasi banget yang hanya aku dan Tuhan yang tahu,,,
hihi >.< oupppzz, bgtwlah kehidupan,,,

Wokeh, ckup batas ini kali yah cerita hari ini,,, bersambungggggggg tggu Lanjutannya,,,,
Mgkin akan saya Post Dgn Tema ^KEBENARAN CITA-CITA SAYA^

DITunggu yah,, Lagi Proses pngetikan,,, Susah mngingat masa lalu dan Diary aku jd gx tw dmn,,,!!Hmm,,,

Keep Sweet,,, Hmmm  ^_^

Selasa, 07 Februari 2012

TABLET KUNYAH

TABLET KUNYAH

I. Pendahuluan
            Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut, mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak, terutama formulasi multivitamin, antasida, dan antibiotika tertentu. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa, umumnya menggunakan manitol, sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi, mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995).

TABLET EFFERVESCENT


TABLET EFFERVESCENT

I. Pendahuluan

I. 1. Tablet Effervecent

Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. Di samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu. Dengan rasa asam sedikit berlebih, sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat.

TEORI SEDIAAN TABLET BAB 3 'EVALUASI TABLET'

BAB III
EVALUASI TABLET

A. Evaluasi Granul
Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan. Evaluasi granul meliputi:

TEORI SEDIAAN TABLET #2

BAB II

METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET

 

II.1    Metode Pembuatan Tablet

Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode, yaitu granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet, apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab, kestabilannya, besar kecilnya dosis, dan lain sebagainya.

Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut :

KATALOG BUKU

THE GREEN SCIENCE OF JAMU 
Synopsis
Buku ini membahas tentang berbagai jenis tanaman jamu yang ada di Indonesia sebagai panduan bagi para ilmuan, mahasiswa, maupun pelaku bisnis yang bergerak di bidang herbal. Hal-hal apa saja yang menjadi prinsip dasar green science dan bagaimana penerapannya di dunia praksis bisa Anda pelajari di sini. Informasi kandungan setiap tanaman obat pun disuguhkan secara lengkap dan sistematis
Table of Contents
BAB 1 Green Science _ 1
BAB 2 Kekayaan dan Keanekaragaman Hayati Indonesia _ 8
BAB 3 Kehebatan Tanaman Obat _ 20
BAB 4 Bahan Baku Alam: Budidaya, Penelitian, dan Pengembangan _ 32
BAB 5 Filosofi Jamu _ 50
BAB 6 Pendekatan Pragmatik dalam Kecantikan dan Kesehatan pada Berbagai siklus Kehidupan _ 82
BAB 7 Tanaman Obat Kosmetik dan Aromatik yang Sering Digunakan _ 116

ABSTRAK KTI AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN TAHUN 2010

ABSTRAK KTI AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN TAHUN 2011

Narsizzz..... ^_^

You Love Me